Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ciri-Ciri Saham Gorengan yang Perlu Diwaspadai Investor, Cek di Sini!
Advertisement . Scroll to see content

Demutualisasi Bursa Ditargetkan Rampung Semester I 2026, Tingkatkan Daya Saing Pasar Modal 

Rabu, 28 Januari 2026 - 08:44:00 WIB
Demutualisasi Bursa Ditargetkan Rampung Semester I 2026, Tingkatkan Daya Saing Pasar Modal 
OJK menargetkan proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat rampung pada semester I 2026. (Foto: Ilustrasi/SINDO)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat rampung pada semester I 2026. Langkah strategis ini merupakan transformasi struktural besar bagi bursa nasional yang bertujuan untuk mengadopsi standar pengelolaan kelas dunia.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar menuturkan, kebijakan ini sangat krusial untuk memperbaiki struktur internal serta posisi pasar modal Indonesia di mata internasional.

“Kebijakan ini ditargetkan bisa rampung pada semester I 2026 ini dan tujuannya adalah untuk meningkatkan dan memperkuat tata kola good governances, meningkatkan bentuk pengelolaan yang lebih profesional, dan mengurangi risiko benturan kepentingan,” kata Mahendra dalam Konferensi Pers KSSK, Selasa (27/1/2026).

Demutualisasi secara teknis akan mengubah status BEI dari organisasi yang dimiliki secara eksklusif oleh para anggotanya (perusahaan efek) menjadi sebuah badan hukum Perseroan Terbatas (PT). 

Perubahan status ini memungkinkan saham BEI dimiliki oleh masyarakat luas, yang diyakini Mahendra akan meningkatkan daya saing global pasar modal Indonesia.

Saat ini, landasan hukum proses tersebut sedang dimatangkan oleh pemerintah dalam bentuk Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP). OJK mengaku terus menjalin interaksi intensif dalam penyusunan draf tersebut guna memastikan skema yang ditetapkan sesuai dengan kebutuhan pasar.

“Mengingat rumusannya dilaksanakan oleh pemerintah dalam bentuk PP atau sekarang adalah RPP demutualisasi bursa dan saat ini masih dalam pembahasan untuk skema yang akan ditetapkan,” tuturnya.

Dari sisi internal bursa, Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna menegaskan, pihaknya tengah menyiapkan landasan studi yang kuat sebelum skema tersebut disodorkan kepada para pemegang saham sebagai pemutus kebijakan tertinggi.

Mengingat kompleksitas perubahan struktur ini, BEI berkomitmen untuk menyediakan analisis mendalam mengenai model bisnis baru yang paling memberikan keuntungan optimal bagi ekosistem pasar modal.

“Jadi kami sebagai sebuah institusi, tadi saya sampaikan, kita tugasnya apa? Kita menyediakan studi yang komprehensif. Ini modelnya seperti apa? Yang nanti memberikan optimal benefit untuk capital market,” ujar Nyoman beberapa waktu lalu. 

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut