Dari Montir ke Bos Bengkel, KUR BRI Ubah Nasib Jojo di Bekasi
BEKASI, iNews.id – Kredit Usaha Rakyat Bank Rakyat Indonesia (KUR BRI) menjadi kunci pertumbuhan bengkel mobil milik Jojo Sutarjo di Bekasi. Bantuan itu mendorong usaha kecilnya naik kelas dan semakin stabil hingga kini.
Jojo merupakan pemilik Bengkel Mobil Tekun Auto Service yang berlokasi di Cimuning, Mustika Jaya, Bekasi. Sebelum memiliki usaha sendiri, dia bekerja sebagai montir di bengkel milik temannya dan menimba pengalaman bertahun-tahun.
Pada 2018, Jojo memberanikan diri membuka bengkel sendiri setelah tabungannya mencukupi. Di fase awal inilah kebutuhan modal tambahan muncul, terutama untuk menjaga ketersediaan stok dan kelancaran operasional.
Rekomendasi teman memperkenalkan Jojo pada Kredit Usaha Rakyat. Skema pembiayaan dengan bunga rendah dan proses cepat menjadi pertimbangan utama saat dia mengajukan pinjaman pertama.
“Ngambil KUR tahun 2018 di acc 20 juta waktu itu buat belanja buat beli oli," kata Jojo kepada iNews.id.

Tambahan modal tersebut langsung berdampak pada perkembangan bengkel. Stok oli dan kebutuhan servis meningkat, sementara perputaran usaha berjalan lebih lancar dari sebelumnya.
“Efek dari perkembangan bengkel jadi punya stok oli dengan modal yang lumayan," ujarnya.
Kemudahan proses dan suku bunga menjadi alasan Jojo tetap setia menggunakan KUR dari BRI. Menurut dia, layanan KUR mendukung kesinambungan usaha tanpa membebani arus kas.
“Bunganya rendah dan proses sekarang udah pengambilan ketiga," tuturnya.
Seiring pertumbuhan usaha, Jojo meningkatkan plafon pinjaman KUR secara bertahap. Modal yang semakin besar digunakan untuk memperkuat operasional bengkel.
“Pertama 20jt, kedua 50jt, ketiga 100jt," lanjutnya.

Seluruh dana KUR dimanfaatkan untuk pengembangan usaha, mulai dari modal kerja, promosi, hingga peningkatan layanan bengkel.
“Lumayan bermanfaat buat bangun bengkel, modal, iklan dan bengkel jadi lumayan terbantu prospeknya juga makin naik penghasilan juga cukup buat keluarga," ucapnya.
Jojo menilai KUR BRI berperan penting menjaga kelangsungan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Stabilitas usaha memberi rasa aman dalam jangka panjang.
Di sisi lain, BRI terus memperkuat komitmen mendorong ekonomi kerakyatan melalui penyaluran KUR ke sektor produktif. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, realisasi KUR BRI mencapai Rp84,36 triliun atau 46,87% dari total alokasi tahun 2026 sebesar Rp180 triliun.
“KUR bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput. Penyaluran yang diarahkan ke sektor-sektor produktif," kata Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya.
Secara kumulatif sejak 2015 hingga Mei 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp1.520 triliun kepada lebih dari 48,1 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Konsistensi ini mempertegas peran BRI dalam memperluas inklusi keuangan dan memperkuat UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
Editor: Reynaldi Hermawan