Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dony Oskaria Ungkap Merger BUMN Karya Molor ke Kuartal IV 2026
Advertisement . Scroll to see content

BSI Raup Laba Rp2,8 Triliun, Tumbuh 17,79% di April 2026

Selasa, 09 Juni 2026 - 10:56:00 WIB
BSI Raup Laba Rp2,8 Triliun, Tumbuh 17,79% di April 2026
Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat laba bersih Rp2,80 triliun di April 2026. (Foto: dok BSI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT Bank Syariah Indonesia (BSI) membukukan laba bersih sebesar Rp2,80 triliun hingga periode April 2026. Angka ini melesat 17,79 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Seiring dengan lompatan profitabilitas tersebut, kontribusi sosial keagamaan BSI pun ikut terkerek naik. Alokasi zakat perusahaan per April 2026 diproyeksikan mencapai sekitar Rp72 miliar.  

Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho menegaskan manajemen berkomitmen penuh untuk mengawal kinerja fundamental perseroan melalui berbagai langkah strategis yang berkelanjutan demi kepentingan seluruh pemangku kepentingan.

"BSI terus menjaga fundamental performance bisnis dan keuangan melalui optimalisasi aset, penjagaan kualitas pembiayaan, peningkatan fee-based income, penguatan CASA, serta peningkatan produktivitas pegawai melalui pengembangan ekosistem bisnis syariah dan bullion bank sebagai sumber pertumbuhan bisnis," jelas Ade Cahyo dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).

Di saat yang sama, penguatan skala bisnis bank tercermin dari total aset yang melonjak 12,17 persen menjadi Rp452 triliun.

Rapor hijau ini didukung penuh oleh optimalnya fungsi intermediasi, baik dari segi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) maupun ekspansi pembiayaan yang diimbangi dengan manajemen risiko yang ketat.

Hingga April 2026, portofolio DPK yang dikelola BSI bertumbuh 17,90 persen (yoy) hingga mencapai Rp382 triliun. Pos ini didominasi oleh perolehan Tabungan yang melesat 22,02 persen (yoy) ke level Rp165 triliun, disusul oleh instrumen Deposito dan Giro. 

Kombinasi dana murah ini sukses membawa rasio dana murah (Current Account Saving Account/CASA) BSI bertengger di level tinggi, yakni 63,48 persen.

Tingginya kepercayaan publik terhadap produk pendanaan BSI salah satunya didorong oleh produk Tabungan Haji. Terbukti, dari total 203 ribu jamaah haji reguler asal Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci pada tahun ini, sebanyak 83,5 persen atau sekitar 169 ribu jamaah mempercayakan proses pelunasan biaya hajinya melalui jaringan sistem keuangan BSI.

Di sektor penyaluran dana, BSI berhasil mencatatkan pertumbuhan double digit sebesar 15,59 persen (yoy) dengan total pembiayaan mencapai Rp332 triliun. Sektor konsumer dan ritel menjadi motor penggerak utama, diikuti oleh penyaluran ke sektor produktif, UMKM, serta mikro.

Meskipun ekspansi berjalan agresif, tingkat kesehatan pembiayaan BSI justru terpantau semakin prima. Indikator Non-Performing Financing (NPF) Gross perseroan berhasil ditekan ke posisi 1,80 persen, membaik dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar 1,88 persen.

Sebagai bank milik negara, BSI turut andil dalam menyukseskan berbagai program prioritas perekonomian nasional pemerintah, termasuk pemberdayaan lebih dari 80 ribu koperasi.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengucurkan dana Rp198 miliar per Maret 2026 untuk menyokong operasional 211 dapur MBG.

Kemitraan UMKM & Koperasi dengan mengakselerasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang berhasil menjangkau 17.732 nasabah penerima manfaat.

Perumahan Bersubsidi dengan menyalurkan fasilitas Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada 894 nasabah baru di kuartal I. Secara akumulatif, total pembiayaan rumah subsidi BSI kini menembus Rp5,7 triliun, termasuk partisipasi aktif dalam Pembiayaan Program Perumahan (KPP) bagi pelaku UMKM.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut