Bank Terapung BRI Jadi Andalan Warga Pulau Panggang: Gak Perlu Nyeberang-Nyeberang
JAKARTA, iNews.id - Kedatangan Teras BRI Kapal Bahtera Seva I selalu dinantikan warga Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Jakarta. Kapal bank terapung milik BRI itu menjadi penghubung layanan perbankan bagi masyarakat yang tinggal di pulau dan jauh dari perkotaan.
Salah satu nasabah BRI di Pulau Panggang, Mastunih (45) menganggap kehadiran kapal tersebut bukan sekadar layanan perbankan biasa. Sebagai warga Pulau Panggang yang sehari-hari berjualan jelly keliling, dia mengaku sangat terbantu karena tidak perlu lagi mengeluarkan biaya dan waktu untuk menyeberang ke perkotaan demi bertransaksi keuangan.
“Alhamdulillah terbantu, bagus,” ujar Mastunih saat ditemui di Teras BRI Kapal Bahtera Seva I, dikutip Minggu (21/6/2026).
Hari itu Mastunih datang untuk mengecek bantuan sosial yang diterimanya. Selain itu, dia juga sesekali menabung melalui layanan BRI yang hadir langsung di pulau tempat tinggalnya.
“Tadi cek bantuan BLT (Bantuan Langsung Tunai), bantuan bansos itu,” katanya.
Mastunih telah menjadi nasabah BRI sejak 2020. Menurut dia, alasan utama memilih BRI karena layanan perbankan bisa dijangkau lebih mudah melalui kapal yang rutin datang ke Pulau Panggang.
“Saya jadi nasabah dari tahun 2020, sudah lama juga sih. Sekarang lebih dekat ya, karena (Teras BRI Kapal) datang langsung, gak perlu menyeberang-menyeberang,” ujarnya.
Sebagai pedagang kecil dengan penghasilan yang tidak menentu, kemudahan akses tersebut menjadi sangat penting. Dalam sebulan, penghasilannya dari berjualan jelly keliling rata-rata sekitar Rp500.000, meski terkadang bisa lebih kecil tergantung kondisi penjualan.
Karena itu, dia berharap layanan Teras BRI Kapal Bahtera Seva I terus beroperasi untuk melayani masyarakat Kepulauan Seribu.

“Harus dilanjutkan sih,” ucapnya.
Cerita serupa datang dari Mustarini (49), warga Pulau Panggang yang akrab disapa Bu Neng. Selain mengelola usaha warung yang menjual soto ayam, sop iga dan minuman, dia juga memiliki usaha keramba ikan.
Menurut Bu Neng, layanan perbankan yang dibawa Kapal Bahtera Seva I telah membantu dirinya memperoleh akses pembiayaan usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.
“Waktu saya pinjam untuk katering pada waktu itu, Rp30 juta, KUR,” kata dia.
Pinjaman tersebut digunakan untuk mengembangkan usaha katering yang dijalaninya. Pengajuan kredit dilakukan melalui layanan yang hadir di kapal BRI.
“Iya, bermanfaat sekalilah. Membantu juga sih buat masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya memanfaatkan fasilitas pinjaman, Bu Neng juga rutin menabung dari hasil usahanya. Setiap hari, dia menyisihkan sekitar Rp200.000 untuk ditabung dan disetorkan kepada BRI melalui fasilitas bank terapung seminggu sekali.
“Biasanya tabung Rp200.000 setiap hari,” katanya.

Menurut dia, keberadaan kapal BRI membuat aktivitas menabung menjadi lebih mudah karena petugas bank datang langsung ke pulau.
“Kalau kapal belum ada saya taruh dulu. Nanti kalau orang kapal telepon, langsung saya setor,” ujarnya.
Kepala Teras BRI Kapal Bahtera Seva I, Algi Meza, mengatakan layanan bank terapung tersebut memang dirancang untuk menjangkau masyarakat di pulau-pulau berpenduduk di Kepulauan Seribu.
Dalam sepekan, kata dia, kapal memiliki jadwal pelayanan yang berpindah-pindah dari satu pulau ke pulau lainnya. Senin melayani Pulau Pramuka, Selasa Pulau Panggang, Rabu Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, Kamis Pulau Tidung, serta Jumat Pulau Untung Jawa.
Menurut Algi, layanan yang diberikan hampir sama dengan kantor bank di darat, mulai dari setor tunai, tarik tunai, penggantian kartu ATM, penggantian buku tabungan, pembukaan rekening hingga pengajuan pinjaman.
“Pelayanannya hampir sama dengan perbankan di darat, cuma bedanya kita bank terapung. Kita perbankan yang jemput bola,” ujarnya.
Setiap kali bersandar di Pulau Panggang, kapal rata-rata melayani lebih dari 20 nasabah per hari. Bahkan sebelum kapal merapat ke dermaga, warga sering kali sudah menunggu untuk mendapatkan pelayanan.

“Dari masyarakat mereka antusias banget. Sebelum kapal menyandar, mereka pasti sudah mengantre biasanya untuk pelayanan,” kata Algi.
Selain melayani masyarakat umum, kapal juga menjadi tempat transaksi bagi jaringan AgenBRILink yang tersebar di pulau-pulau. Para agen biasanya menyetorkan kembali uang hasil transaksi kepada petugas kapal untuk mengisi saldo layanan mereka.
Untuk menunjang operasional tersebut, Kapal Bahtera Seva I membawa kas dalam jumlah besar setiap pekannya. “Rata-rata dari Senin sampai Jumat kas kita paling besar Rp2 miliar,” ujarnya.
Meski menghadapi tantangan cuaca dan kondisi laut yang berubah-ubah, Algi menegaskan pihaknya tetap berupaya menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat pulau.
“Kalau nasabah sudah telanjur mengantre, kita tetap melayani sampai antreannya habis,” katanya.
Diketahui, Teras BRI Kapal pertama kali diluncurkan pada tahun 2015 melalui Bahtera Seva I. Bank terapung itu melayani nasabah yang tersebar di sejumlah pulau Kepulauan Seribu.
Sejak diluncurkan, BRI menjadi pelopor perbankan yang menjangkau wilayah kepulauan melalui moda transportasi laut.
Layanan ini memberikan kemudahan akses transaksi dan konsultasi keuangan yang sebelumnya hanya tersedia di wilayah daratan. Melalui layanan tersebut, BRI memperkuat jangkauan interaksi langsung dengan masyarakat serta membangun literasi keuangan di daerah pesisir.
Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan Teras BRI Kapal merupakan bentuk konkret komitmen bank pelat merah itu dalam memperluas inklusi keuangan secara sistemik dan berkelanjutan.
“Teras BRI Kapal menjadi bukti nyata komitmen BRI dalam menghadirkan layanan keuangan bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di kepulauan dan daerah pesisir. Bagi kami, inklusi keuangan merupakan tanggung jawab sosial yang melekat pada identitas BRI sebagai bank rakyat. Melalui inisiatif ini, BRI memperluas akses keuangan sekaligus memperkuat peluang ekonomi dan ketahanan ekonomi masyarakat di kawasan pesisir,” ujar Dhanny.
Editor: Rizky Agustian