5 Tips Mengelola Uang THR agar Tak Boros
JAKARTA, iNews.id - 5 tips mengelola uang THR penting untuk diketahui agar tak boros. Bagi banyak orang, Tunjangan Hari Raya (THR) kerap digunakan untuk membelanjakan kebutuhan lebaran, namun tak sedikit juga yang memilih sebagiannya untuk ditabung.
Uang THR penting untuk diatur dengan baik agar tidak habis begitu saja. Pengelolaan uang THR dengan baik juga akan menghindarkan Anda dari meminjam uang ke orang lain untuk memenuhi kehidupan setelah hari raya.
Pasalnya, ketika merayakan lebaran, seringkali orang tergoda untuk menggunakan uang secara berlebihan, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan terperangkap untuk meminjam atau utang.
Agar THR bisa dimanfaatkan secara optimal, berikut 5 tips mengelola uang THR agar tak boros:
6 Tips Aman Meninggalkan Rumah selama Mudik
Tips mengelola uang THR yang pertama adalah menunaikan zakat atau memberikan sedekah. Dengan melaksanakan zakat dan memberikan bantuan kepada sesama melalui infak, maka keberkahan THR Anda akan semakin bertambah.
Mau THR Kamu Tidak Jebol? Simak Tips Ini
Sisihkan minimal 10 persen uang THR Anda untuk ditabung. Hal yang harus diperhatikan adalah uang yang Anda miliki tidak hanya untuk keperluan saat ini, melainkan juga untuk menghadapi kebutuhan tak terduga dan masa depan. Selain itu, Anda dapat mempertimbangkan untuk investasikan sebagian dari THR sehingga nilai aset bisa meningkat.
Penting untuk menghindari belanja berlebihan agar uang THR tidak terbuang sia-sia. Selain itu, penting juga untuk menahan diri dari keinginan impulsif untuk berbelanja saat momen lebaran. Jika Anda menemuka sesuatu yang diinginkan, pastikan untuk mempertimbangkan kebutuhan atau urgensi penggunaannya sebelum memutuskan untuk membelinya.
Jika Anda memiliki utang yang perlu diselesaikan, ANda bisa memanfaatkan uang THR dari perusahaan untuk melunasinya. Sebelum mengalokasikan uang untuk melunasi utang, penting untuk mencatat jumlah dan sumber utang yang dimiliki, kemudian membuat daftar prioritas berdasarkan urgensi dan deadline pembayaran.
Sebaiknya, sisihkan sekitar 20 hingga 30 persen dari total THR untuk keperluan dana darurat. Langkah ini sangat penting karena tak dapat diprediksi kapan kebutuhan darurat akan muncul. Dalam situasi yang tak terduga seperti kecelakaan, kehilangan pekerjaan, atau masalah kesehatan, dana darurat dapat menjadi penyelamat.
Editor: Aditya Pratama