384 Saham Melemah, IHSG Hari Ini Ditutup Terkoreksi ke 8.274
JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini ditutup di zona merah pada akhir perdagangan, Kamis (19/2/2026). IHSG terkoreksi 36,15 poin atau turun 0,44 persen ke level 8.274,08.
Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di level 8.357,44 dan sempat menyentuh posisi tertinggi 8.376,20. Namun tekanan jual meningkat pada paruh kedua sesi hingga indeks turun ke level terendah 8.251,81 sebelum akhirnya ditutup melemah.
Sebanyak 341 saham menguat, 384 saham melemah, dan 233 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat menyentuh Rp14.969 triliun.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 49,28 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp26 triliun dari 3,23 juta kali frekuensi transaksi.
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 8.310, BIPI-FOLK Pimpin Top Gainers
Dari sisi aliran dana, investor domestik mencatatkan aksi jual bersih dengan total pembelian Rp17,16 triliun dan penjualan Rp18,60 triliun. Sebaliknya, investor asing masih membukukan beli bersih dengan nilai pembelian Rp8,08 triliun dan penjualan Rp6,64 triliun.
Secara sektoral, penguatan dipimpin sektor barang baku yang naik 2,85 persen persen, diikuti transportasi 1,92 persen dan energi 0,82 persen. Sektor non-primer turut menguat 0,57 persen, sementara sektor primer dan kesehatan masing-masing naik tipis 0,06 persen dan 0,04 persen.
Di sisi lain, sektor teknologi mencatat pelemahan terdalam sebesar 1,16 persen, disusul sektor keuangan 1,03 persen, properti 0,7 persen, infrastruktur 0,27 persen, serta perindustrian 0,26 persen.
Tiga saham yang memimpin top gainers di antaranya PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI) naik 35 persen, PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) meningkat 34,04 persen, dan PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA) melesat 28,77 persen.
Sementara, tiga saham di pucuk top losers di antaranya PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) turun 14,96 persen, PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) melemah 14,85 persen, dan PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) terkoreksi 14,79 persen.
Editor: Aditya Pratama