3 Cara Jadi Perempuan Mandiri secara Finansial Sebelum Usia 40 Tahun
JAKARTA, iNews.id - Menjadi mandiri secara mandiri menjadi keinginan banyak orang, termasuk kaum perempuan. Kemandirian finansial merupakan bentuk mitigasi risiko keuangan.
Dan menjadi perempuan mandiri secara finansial lebih baik dimulai sedini mungkin sejak masa lajang. Perencana keuangan dan CEO Zap Finance Prita Hapsari Ghozie mengatakan, menjadi wanita mandiri secara finansial sebelum usia 40 tahun itu bisa dicapai, namun ada beberapa langkah yang harus dilakukan.
“Zaman sekarang, jangan takut menjadi perempuan yang financially independent karena perempuan yang merdeka finansial itu bukan perempuan yang sombong dan sok tahu. Perempuan ini malahan akan tidak pernah berhenti belajar dan mau selalu mengevaluasi keuangannya dan keluarga,” tulis Prita dalam akunnya di Instagram, dikutip Kamis (2/12/2021).
Nah, berikut 3 cara menjadi wanita mandiri secara finansial sebelum usia 40 tahun:
7 Tips Memilih Asuransi yang Tepat dari OJK
Saat masih lajang, sebisa mungkin berdaya dan berpenghasilan. Tapi saat sudah menikah pun kalau boleh tetap berdaya, minimal dengan kepercayaan sebagai manajer keuangan rumah tangga. Misal 1 sumber penghasilan ternyata belum cukup, diperbolehkan untuk berpenghasilan akan menjadi pembeda yang luar biasa.
Melihat teman or feeds IG kok perempuan-perempuan lain sudah punya rumah sendiri, mobil keren, atau sekadar liburan untuk self-reward, tidak perlu baper alias bawa perasaan.
"Percaya deh, setiap perempuan akan punya financial journey sendiri," katanya.
Namun, penting bagi Anda punya financial goals. Dengan adanya target, maka perempuan akan menyusun plan to make it happen. Caranya, dengan membuat visual board financial goals, buat budget bulanan dengan alokasi Living, Saving, and Playing.
Investasi adalah hal mutlak untuk mencapai tujuan keuangan. Pahami juga bahwa investasi saham adalah investasi jangka panjang yang dapat memberikan potensi imbal hasil optimal dari kenaikan harga beli dan jual serta penghasilan pasif dari dividen.
Editor: Jujuk Ernawati