Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Ini Alasan Secret Service hingga FBI Ikut Uji Keaslian Dolar AS Sitaan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

CHICAGO, iNews.id - Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada karena dolar Amerika Serikat (AS) melemah dan saham kembali menguat tajam.

Mengutip Xinhua, Jumat (10/11/2017), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik 3,80 dolar AS atau 0,30% menjadi ditutup pada 1.287,50 dolar AS per ons.

Saham New York terpukul pada hari Kamis 9 November setelah anggota parlemen di Washington mengisyaratkan bahwa mereka akan menunda reformasi pajak perusahaan sampai tahun 2019.

Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 163,69 poin atau 0,69% menjadi 23.399,67 poin pada 1821 GMT. Indeks S & P 500 dan Indeks Nasdaq mengikuti penurunan Dow.

Ekuitas dan emas biasanya bergerak terbalik. Jatuhnya saham meningkatkan selera safe haven investor untuk emas.

Sementara itu, indeks dolar AS sebuah ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,44% menjadi 94,46 pada 18.11 GMT. Melemahnya dolar juga membuat emas lebih menarik bagi investor asing dengan menggunakan mata uang lainnya.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 16,3 sen dolar AS atau 0,95%, menjadi ditutup pada 16,975 dolar AS per ons. Platinum untuk Januari berikutnya naik 2,7 dolar AS atau 0,29%, untuk menetap di 940,60 dolar AS per ons.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut