Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Usai Haji, Ribuan Jemaah Bergeser ke Madinah Padati Masjid Nabawi
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Investor asing kini dapat berpartisipasi dalam penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) di Arab Saudi, dan akan diberikan akses ke pasar saham yang ditujukan untuk pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Saat ditanya tentang IPO raksasa minyak Saudi Aramco, Ketua Otoritas Pasar Modal Mohammed El Kuwaiz mengatakan, investor asing dapat mengambil bagian dalam floatasi perusahaan.

Kerajaan memang tengah mengumpulkan modal USD100 miliar dari hasil Saudi Aramco melantai di bursa tahun 2018. Dana tersebut rencananya guna menanggung salah satu diversifikasi ekonomi Kerajaan dengan membangun bisnis baru yang nanti dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Adapun bisnis itu adalah pembangunan  kota megah yang sekaligus dijadikan zona bisnis dengan nama Vision 2030.

Amin Nasser, Chief Executive Saudi Aramco menyatakan, nantinya perusahaan melakukan dual listing, satu di bursa Arab Saudi, dan lainnya di pasar internasional. Dia juga mengatakan rencana IPO di tahun 2018 masih on the track.

Selama beberapa hari terakhir, Arab Saudi juga telah mengumumkan rencana investasi senilai USD500 miliar untuk membangun area bisnis dan industri yang terhubung dengan Yordania dan Mesir.

Jassim Alseddiqi, chief executive office Abu Dhabi Financial Group, perusahaan investasi multi-miliar dolar dari Abu Dhabi mengatakan bahwa Arab Saudi menjadi semakin menarik.

"Yang sangat menarik bagi kami di Saudi adalah transformasi dan keterbukaan yang sedang terjadi," katanya, seperti mengutip CNBC, Kamis (26/10/2017).

"Kami baru saja meningkatkan minat untuk berinvestasi di Saudi. Kami melepaskan kepercayaan investasi real estate yang akan diperdagangkan di bursa saham Tadawul Kami memperluas bisnis keuangan kami," tuturnya.

Mustafa Abdel-Wadood, managing partner di Abraaj Group, firma investasi lainnya, mengatakan bahwa strategi intinya masih berada di pasar negara berkembang, di mana Arab Saudi adalah salah satu tujuan tersebut.

"Ini adalah pasar dengan pertumbuhan tinggi, Saudi adalah salah satu tujuan investasi kami," katanya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut