Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gibran Tinjau 3 Lokasi Huntara di Aceh, Pastikan Bantuan Terpenuhi
Advertisement . Scroll to see content

Wapres Ungkap Pentingnya Pesantren Jadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 16 Juni 2022 - 12:48:00 WIB
Wapres Ungkap Pentingnya Pesantren Jadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Wapres Ma'ruf Amin saat kunjungan ke Pesantren Al-Jauharen, Tanjung Johor, Kota Jambi, Provinsi Jambi, Rabu (15/6/2022). (Foto: Setwapres)
Advertisement . Scroll to see content

JAMBI, iNews.id - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menyebut, pondok pesantren harus menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal ini diungkapkan Wapres ketika melakukan kunjungan ke Pesantren Al-Jauharen, Tanjung Johor, Kota Jambi, Provinsi Jambi, kemarin.

“Pesantren juga harus jadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Itu perintah (Allah) supaya tidak menjadi muslim yang lemah. Kenapa? Karena muslim yang kuat lebih dicintai (Allah) dari muslim yang lemah, lemah ekonominya,” ujar Ma'ruf dikutip dari pernyataannya, Kamis (16/6/2022). 

Oleh karena itu, Ma'ruf ingin pesantren mengembangkan santripreneur atau semangat untuk mendirikan usaha. Ini sebagai bagian dari perintah Allah SWT untuk memakmurkan bumi.

“Kemudian, kita harus mengembangkan santripreneur, semangat berusaha, karena apa? Karena Allah sendiri mengatakan Allah yang menjadikan kamu dari bumi, dan kamu diminta untuk memakmurkan bumi,” ucapnya.

“Jadi Allah memerintahkan kita supaya memakmurkan bumi yaitu memberikan tanggung jawab kepada kamu manusia untuk memakmurkan bumi. Memakmurkan bumi ada berbagai kegiatan, di bisa ekonomi, bidang ada industri, pertanian, pertambangan, itu semua dalam rangka memakmurkan bumi,” sambungnya.

Wapres menjelaskan kunci untuk mencapai hal tersebut yakni dengan memiliki sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Untuk itu, selain memahami agama, dibutuhkan juga membangun manusia.

“Oleh karena itu harus ada penguatan-penguatan, empowering supaya tidak melahirkan generasi lemah. (Jangan) meninggalkan generasi yang lemah. Dan jangan juga meninggalkan generasi yang hancur,” kata dia.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut