Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kisah Para Penjaga Energi Selamatkan Ribuan Sumur dari Mati Suri
Advertisement . Scroll to see content

Waduh, 70 Persen Komponen Pembangkit Listrik Ternyata Masih Impor

Rabu, 29 Desember 2021 - 19:39:00 WIB
Waduh, 70 Persen Komponen Pembangkit Listrik Ternyata Masih Impor
Penggunaan TKDN diberbagai proyek ketenagalistrikan masih rendah, seperti komponen pembangkit listrik yang 70 persen masih gunakan produk impor. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT PLN (Persero) terus mendorong penggunaan komponen lokal dalam berbagai proyek ketenagalistrikan. Pasalnya, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tercatat masih cukup rendah.

Misalnya, dalam proyek pembangkit listrik yang TKDN-nya masih di angka 29,48 persen. Artinya, lebih dari 70 persen komponen pembangkit listrik masih menggunakan produk impor.

"Memang pembangkit masih jauh di belakang karena teknologi pembangkit masih sulit kita kejar dan masih banyak kita impor, ini tantangan yang kita upayakan peningkatannya," ujar EVP Perencanaan dan Enjineering Konstruksi PLN Anang Yahmadi dalam webinar, Rabu (29/12/2021).

Anang menambahkan, kontraktor nasional masih menjadi leader Kerjasama Operasi (KSO) untuk proyek pembangkit kecil dengan kapasitas hingga 100 MW dan tetap menjadi anggota KSO pada skala yang lebih besar.

Kemudian, produsen-produsen asing di proyek pembangkit listrik wajib bermitra dengan perusahaan nasional dalam proses manufaktur atau fabrikasi. Selain itu, penggunaan Modul Surya ber-TKDN dan target TKDN pembangkit diwajibkan penggunaannya di dalam proyek.

"Kami juga mensyaratkan penggunaan daftar penyedia terseleksi (DPT-Vendor List) part atau equipment dan peralatan lokal yang terkualifikasi PLN di dalam proyek," kata dia.

Adapun, penggunaan TKDN dalam proyek ketenagalistrikan PLN mencapai 48,31 persen dengan nilai Rp37,92 triliun. Porsi TKDN terbanyak terdapat di aspek transmisi dengan jumlah 78,49 persen.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut