Usai Listing di BEI, Ayam Goreng Nelongso Akan Buka Gerai di IKN
JAKARTA, iNews.id - Pengelola gerai Ayam Goreng Nelongso, PT Bersama Mencapai Puncak Tbk berencana membuka gerai di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Perseroan menargetkan membuka sebanyak dua hingga tiga gerai baru di IKN.
“Untuk sementara ini mungkin kami akan lihat perkembangannya, IKN-nya juga belum jadi kan,” ujar Direktur Utama BAIK, Nanang Suherman kepada wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/2/2024).
Perihal pembukaan gerai di IKN, Nanang menyebut bahwa perseroan sudah melakukan penjajakan dengan sejumlah pihak. Selain itu, perseroan telah melakukan survei lokasi yang akan dijadikan gerai Ayam Goreng Nelongso di IKN.
Perseroan memastikan pemilihan lokasi yang strategis. Pembukaan gerai baru di IKN diyakini dapat memenuhi target pertumbuhan outlet yang lebih agresif tahun 2024.
Simak Laporan Keuangan Emiten Ayam Goreng Nelongso yang Listing Bulan Depan
“Kami usahakan (pembukaan gerai) tahun ini, tapi keputusannya sudah final bahwa kami akan buka di IKN,” kata dia.
Untuk diketahui, Bersama Mencapai Puncak resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini. Dalam penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), perseroan melepas sebanyak 225 juta saham atau 20,00 persen dari total modal ditempatkan dan disetor. Dengan harga yang ditetapkan, perseroan berpotensi meraup dana segar sebesar Rp62,55 miliar.
Kisah Pemilik Ayam Nelongso, Rela Jadi Pemulung untuk Biaya Persalinan Istri
Perihal penggunaan dana, sebesar 3,48 persen digunakan untuk pembelian mesin dan kendaraan operasional untuk menunjang proses distribusi produk dan bahan baku yang lebih optimal yang terbagi menjadi, sekitar 44 persen untuk pembelian mesin cold storage dengan kapasitas 20 ton dan satu unit mesin air blast compressor two stage.
Serta sekitar 56 persen untuk pembelian kendaraan operasional berupa mobil truk Traga, mobil Suzuky Carry, dan mobil karoseri pendingin masing-masing satu unit, juga lima kendaraan roda dua.
Kemudian, sekitar 10,16 persen akan digunakan untuk perpanjangan sewa outlet lama untuk mendukung ekspansi bisnis perseroan. Perseroan akan memperpanjang sewa terhadap 18 outlet lama dengan total nilai sewa sekitar Rp5,6 miliar dan akan dilakukan dengan pihak ketiga.
Lalu, sekitar 22,54 persen digunakan untuk renovasi outlet, gudang dan kantor dan sistem otomatisasi dalam rangka mendukung bisnis perseroan untuk penyimpanan persediaan bahan baku yang lebih besar. Adapun, jumlah outlet dan gudang yang akan direnovasi oleh perseroan masing-masing sebanyak 23 outlet yang di dalamnya sudah termasuk 18 gerai yang sewanya akan diperpanjang, juga 1 gudang.
Sementara sisanya sekitar 63,82 persen digunakan untuk operational expenditure di antaranya untuk pembelian bahan baku, biaya biaya pengembangan produk, marketing dan branding.
Editor: Aditya Pratama