Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Beberkan Rencana Pajaki Toko Online: Tunggu Ekonomi Tumbuh 6 Persen
Advertisement . Scroll to see content

Transaksi Nontunai Jadi Tren, Perum Peruri Perluas Bisnis di Luar Pencetakan Uang

Rabu, 08 Januari 2020 - 15:15:00 WIB
Transaksi Nontunai Jadi Tren, Perum Peruri Perluas Bisnis di Luar Pencetakan Uang
Direktur Pengembangan Usaha Perum Peruri, Fajar Rizki. (Foto: iNews.id/Muhammad Aulia)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Perum Peruri menyatakan, pesatnya penggunaan transaksi nontunai menciptkan disrupsi bagi bisnis perseroan. Perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang pencetakan uang tersebut mendiversifikasi bisnisnya.

Direktur Pengembangan Usaha Peruri Fajar Rizki mengatakan, perseroan mulai berekspansi ke bisnis keamanan digital (digital security). Langkah ini selaras dengan perkembangan ekonomi digital, khususnya e-commerce dan fintech.

"Ada peluang bisnis Peruri untuk masuk melayani security digital. Jadi kami lebih ke menjamin keaslian dan keamanan transaksi untuk fintech dan e-commerce," kata Fajar di Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Sejauh ini, ujarnya, Peruri telah meluncurkan tiga produk pelayanan keamanan digital yakni Peruri Trust, Peruri Code, dan Peruri Sign. Dia menyebut Peruri akan mendorong bisnis ini meski saat ini porsinya terhadap pendapatan masih minim.

Sepanjang 2019, Peruri meraup pendapatan Rp3,9 triliun, naik 23 persen dibandingkan 2018 yang sebesar Rp3,1 triliun. Kenaikan tersebut, kata Fajar, karena permintaan uang fisik masih cukup tinggi. Pasalnya, tren transaksi nontunai terbatas di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.

"ndonesia negara kepulauan, jadi kota-kota yang jauh permintaan uang fisiknya masih tumbuh. Kalau di kota besar, itu (transaksi nontunai) memang berkembang," tutur Fajar.

Fenomena tersebut, menurut Fajar, juga terjadi di level global. "Untuk pertumbuhan uang kartal dari kajian-kajian menunjukkan masih tumbuh 2-3 persen untuk kebutuhan uang kertas dan logam," ucapnya.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut