Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Inflasi RI di Februari 2026 Tembus 0,68%, Dipicu Harga Daging Ayam hingga Emas Perhiasan
Advertisement . Scroll to see content

Surplus Neraca Perdagangan RI Menyusut ke 0,95 Miliar Dolar AS di Awal 2026

Senin, 02 Maret 2026 - 12:05:00 WIB
Surplus Neraca Perdagangan RI Menyusut ke 0,95 Miliar Dolar AS di Awal 2026
Ilustrasi surplus neraca perdagangan RI turun jadi 0,95 miliar dolar AS di Januari 2026. (Foto: Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan barang Indonesia sebesar 0,95 miliar dolar AS pada Januari 2026. Angka ini lebih rendah dari Desember 2025 sebesar 2,51 miliar dolar AS.

Menurut Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, nilai surplus ini ditopang oleh komoditas, seperti produk minyak hewan nabati hingga besi dan baja.

"Surplus pada bulan Januari tahun 2026 ini ditopang oleh komoditi nonmigas sebesar 3,22 miliar dolar AS dengan komoditi penyumbang surplus nonmigas yaitu lemak dan minyak hewan nabati, kemudian bahan bakar mineral serta besi dan baja," kata Ateng dalam konferensi pers Rilis BPS, Senin (2/3/2026).

Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit sebesar 2,27 miliar dolar AS dengan komoditas penyumbangnya adalah minyak mentah, hasil minyak dan gas.

Berdasarkan data BPS, tiga negara penyumbang surplus neraca dagang Indonesia adalah Amerika Serikat sebesar 1,55 miliar dolar AS, India sebesar 1,07 miliar dolar AS dan Filipina sebesar 0,69 miliar dolar AS.

Sedangkan negara penyumbang defisit adalah China 2,47 miliar dolar AS, Australia 0,96 miliar dolar AS dan Prancis 0,47 miliar dolar AS.

Untuk neraca perdagangan nonmigas adalah Amerika Serikat sebesar 1,81 miliar dolar AS, India surplus 1,10 miliar dolar AS dan Filipina 0,69 miliar dolar AS. Sedangkan penyumbang defisit pada kelompok nonmigas adalah China, Australia dan Prancis.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut