Surplus Neraca Perdagangan RI Menyusut ke 0,95 Miliar Dolar AS di Awal 2026
JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan barang Indonesia sebesar 0,95 miliar dolar AS pada Januari 2026. Angka ini lebih rendah dari Desember 2025 sebesar 2,51 miliar dolar AS.
Menurut Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, nilai surplus ini ditopang oleh komoditas, seperti produk minyak hewan nabati hingga besi dan baja.
"Surplus pada bulan Januari tahun 2026 ini ditopang oleh komoditi nonmigas sebesar 3,22 miliar dolar AS dengan komoditi penyumbang surplus nonmigas yaitu lemak dan minyak hewan nabati, kemudian bahan bakar mineral serta besi dan baja," kata Ateng dalam konferensi pers Rilis BPS, Senin (2/3/2026).
Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit sebesar 2,27 miliar dolar AS dengan komoditas penyumbangnya adalah minyak mentah, hasil minyak dan gas.
Neraca Dagang RI Oktober 2025 Surplus 2,39 Miliar Dolar AS, Rekor 66 Bulan Beruntun
Berdasarkan data BPS, tiga negara penyumbang surplus neraca dagang Indonesia adalah Amerika Serikat sebesar 1,55 miliar dolar AS, India sebesar 1,07 miliar dolar AS dan Filipina sebesar 0,69 miliar dolar AS.
Surplus 65 Bulan Beruntun, Neraca Dagang RI Capai 4,34 Miliar Dolar AS di September 2025
Sedangkan negara penyumbang defisit adalah China 2,47 miliar dolar AS, Australia 0,96 miliar dolar AS dan Prancis 0,47 miliar dolar AS.
Untuk neraca perdagangan nonmigas adalah Amerika Serikat sebesar 1,81 miliar dolar AS, India surplus 1,10 miliar dolar AS dan Filipina 0,69 miliar dolar AS. Sedangkan penyumbang defisit pada kelompok nonmigas adalah China, Australia dan Prancis.
Editor: Puti Aini Yasmin