SoftBank Akan PHK Karyawan di Unit Investasi Vision Fund usai Rugi Besar
SAN FRANCISCO, iNews.id - SoftBank Group Corp sedang merencanakan putaran baru pemutusan pemutusan hubungan kerja (PHK) di unit investasi Vision Fund. Hal ini merupakan strategi baru perusahaan dalam upaya memotong biaya.
Mengutip Reuters, PHK karyawan tersebut akan diumumkan dalam dua minggu ke depan, menurut salah satu sumber. Pemangkasan karyawan ini juga akan menyasar sekitar 30 persen pekerja, termasuk karyawan di Amerika Serikat (AS).
Jumlah karyawan di Vision Fund diketahui mencapai 349 per akhir Maret 2023. Sebelumnya, perusahaan membukukan kerugian investasi besar.
PHK karyawan ini melanjutkan pemangkasan sekitar 150 pegawai secara global di cabang investasi dan SoftBank Group International pada September 2022.
Standard Chartered Bank Umumkan PHK 100 Karyawan di 3 Negara, Apa Saja?
SoftBank, investor agresif di perusahaan teknologi seperti raksasa fintech, Klarna dan pemilik TikTok, ByteDance, telah melihat valuasi portofolionya turun di tengah kenaikan suku bunga dan meningkatnya ketegangan AS-China.
SoftBank melaporkan kerugian bersih tahunan sebesar 970 miliar yen (7,2 miliar dolar AS) per 31 Maret. Grup telah mengurangi kerugian investasi di unit Vision Fund dengan menjual sahamnya di Alibaba Group Holding Ltd.
Gelombang PHK Berlanjut, Reddit PHK 90 Karyawan
Portofolio Vision Fund 2 bernilai 31 miliar dolar AS pada akhir Maret dibandingkan dengan biaya akuisisi sebesar 49,9 miliar dolar AS.
SoftBank secara agresif telah mengurangi aktivitas investasinya dan Chairman & CEO SoftBank Masayoshi Son telah menarik diri dari presentasi publik untuk fokus pada perancang chip, Arm.
Sebelumnya dikabarkan, Arm, yang berbasis di Cambridge, Inggris telah mengajukan secara rahasia untuk melantai di bursa saham AS akhir tahun ini. Hal ini dapat memberikan suntikan uang tunai yang sangat dibutuhkan SoftBank
Produsen raksasa chip, Intel disebut tengah dalam pembicaraan dengan Arm untuk menjadi investor jangkar dalam IPO tersebut, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Sementara, SoftBank menerapkan strategi defensif untuk menopang neraca keuangannya.
Editor: Aditya Pratama