Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya: Ekonomi Sudah Berbalik Arah, Pertumbuhan akan Lebih Cepat!
Advertisement . Scroll to see content

Serahkan 3.000 Sertifikat Tanah di Wonosobo, Presiden Jokowi: Boleh Diagunkan tapi Dikalkulasi

Selasa, 23 Januari 2024 - 07:13:00 WIB
Serahkan 3.000 Sertifikat Tanah di Wonosobo, Presiden Jokowi: Boleh Diagunkan tapi Dikalkulasi
Presiden Jokowi mengingatkan kepada masyarakat untuk mengkalkulasi dan menghitung dengan teliti jika ingin mengagunkan sertifikat tanah. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

WONOSOBO, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Hadi Tjahjanto menyerahkan 3.000 sertifikat tanah kepada masyarakat Jawa Tengah di Alun-alun Kabupaten Wonosobo, Senin (22/1/2024). Sertifikat yang diserahkan tersebut terbagi atas 1.650 sertifikat untuk masyarakat Kabupaten Wonosobo, 650 sertifikat untuk masyarakat Kabupaten Purworejo, dan 700 sertifikat untuk masyarakat Kabupaten Kebumen.

Dalam sambutannya, Jokowi menekankan kepada masyarakat untuk menjaga alat bukti hak atas tanah tersebut. 

"Biasanya kalau sudah pegang sertifikat ini pasti ingin disekolahkan (diagunkan). Hati-hati kalau mau meminjam uang dengan agunan sertifikat, hati-hati. Tolong dikalkulasi tenan, dihitung sing teliti," ujar Jokowi.

Jokowi menambahkan, dengan pinjaman yang didapat dari mengangunkan sertifikat tentu bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun, hal itu baru bisa terwujud jika pinjaman yang didapat dimanfaatkan sebagai permodalan untuk meningkatkan perekonomian.

Menteri ATR/Kepala BPN, Hadi Tjahjanto. (Foto: Dok. Kementerian ATR/BPN)
Menteri ATR/Kepala BPN, Hadi Tjahjanto. (Foto: Dok. Kementerian ATR/BPN)

"Misalkan pinjam Rp500 juta, mau dijadikan investasi mesin, modal usaha, modal kerja, sudah dihitung semua, cicilannya setiap bulan berapa, bunganya berapa, dihitung semuanya. Jadi ini pinjaman semuanya harus dipakai untuk usaha," ucapnya.

"Kalau sudah punya keuntungan, baru keuntungan itu yang dipakai, bukan langsung dipakai untuk beli mobil, nanti tidak bisa ngangsur, mobilnya diambil sertifikatnya diambil," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri ATR/Kepala BPN, Hadi Tjahjanto turut mengimbau masyarakat untuk mencadangkan sertifikat tersebut agar aman dari kehilangan. 

"Dijaga dengan cara difotokopi, supaya nanti kalau ada apa-apa masih punya cadangan," ucap Hadi.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut