Selama Gelaran WSBK di Mandalika, Penumpang Bandara Lombok Naik 50 Persen
JAKARTA, iNews.id - Gelaran ajang balap motor World Superbike (WSBK) 2021 di Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB membuat lonjakan pergerakan penumpang di Bandara Internasional Lombok. Adapun kenaikan jumlah penumpang mencapai 50 persen.
Tercatat, jumlah penumpang yang tiba dan berangkat dari bandara ini selama pekan penyelenggaraan event WSBK, yaitu 17-23 November 2021, mencapai rata-rata 5.700 penumpang per hari.
"Angka ini meningkat 50 persen jika dibandingkan dengan pergerakan penumpang pada hari-hari sebelumnya di bulan November 2021 yang rata-rata ada di angka 3.800 penumpang per hari," ujar General Manager Bandara Internasional Lombok, Nugroho Jati dalam keterangannya, ditulis Kamis (25/11/2021).
Nugroho menambahkan, melihat tren pergerakan penumpang, puncak arus kedatangan terjadi pada 19 November 2021, di mana terdapat 4.241 orang yang tiba di Bandara Lombok.
Keunikan WSBK Mandalika, Marshal Salat, Pembalap Baca Al Quran hingga Pujian Bos Dorna
Sedangkan, puncak arus keberangkatan terjadi pada 22 November 2021 dengan jumlah penumpang berangkat sebanyak 4.077 orang.
Sementara itu, untuk pergerakan pesawat, tercatat mengalami kenaikan sebesar 43 persen pada periode yang sama. Pada 1-16 November 2021 rata-rata ada 37 pergerakan pesawat per hari, sedangkan pada 17-23 November 2021 rata-rata mencapai 53 pergerakan pesawat per hari.
Perputaran Uang pada Ajang IATC dan WSBK di Sirkuit Mandalika Capai Rp10 Miliar
Jumlah rata-rata harian pergerakan penumpang dan pergerakan pesawat selama event WSBK ini merupakan yang tertinggi sepanjang tahun 2021 ini.
“Meskipun pergerakan penumpang dan pesawat cukup tinggi, semua proses pelayanan di Bandara Lombok berjalan dengan baik dan lancar. Hal ini tentunya tak lepas dari kerja keras seluruh karyawan bandara serta dukungan dari para mitra usaha, mitra kerja, dan stakeholder Bandara Lombok lainnya," ucap Nugroho.
Erick Thohir Minta Toilet di SPBU Pertamina Digratiskan, Begini Respons Ahok
Editor: Aditya Pratama