Sate Ayam Barokah Mayestik Makin Laris Berkat QRIS BRI, Transaksi Lebih Praktis
JAKARTA, iNews.id - Suasana Warung Sate Ayam Barokah Mayestik di Jalan Kiai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, belum benar-benar sepi meski jam makan siang telah usai. Beberapa pelanggan masih datang silih berganti.
Sebagian langsung duduk dan memesan makanan, lainnya sibuk membuka ponsel memindai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk membayar pesanan.
Selain pindah lokasi berdagang dari trotoar ke ruko, pemilik Sate Ayam Barokah Mayestik, Moch Haidir mengungkapkan perubahan terbesar dalam usahanya juga ditandai dengan cara pelanggan bertransaksi. Jika dulu pembeli identik bertransaksi dengan uang tunai, kini sebagian besar justru lebih dulu menanyakan QRIS sebelum memesan makanan.
“Sekarang kebanyakan QRIS,” kata Haidir saat ditemui iNews.id pada Senin (13/4/2026) lalu.
Haidir mengaku menggunakan QRIS yang diterbitkan BRI. Keputusannya itu memberi dampak besar terhadap penjualan.
Sebab, menurutnya, keberadaan QRIS kini menjadi salah satu alasan pelanggan datang membeli sate. “Kalau saya lihat orang banyak yang makan sate, yang ditanya itu bukan satenya, yang ditanya itu bisa bayar pakai QRIS?” ujarnya.

Pria 30 tahun itu mengatakan, tidak sedikit pelanggan yang akhirnya membatalkan pesanan saat dirinya belum menyediakan pembayaran digital. Alhasil, dia merasa dagangannya semakin laris sejak memutuskan menyertakan QRIS BRI sebagai alternatif metode pembayaran.
“Kalau misalnya ada jawaban gak ada QRIS, kebanyakan dia (pelanggan) gak jadi beli,” katanya.
Menurut Haidir, penggunaan QRIS juga mempermudah operasional usaha karena transaksi langsung masuk ke rekening tanpa harus repot menyiapkan uang kembalian. Sistem pencairan dana yang relatif cepat juga membuat perputaran uang usahanya menjadi lebih lancar.
“Misal yang beli scan jam 6 pagi, paling jam 12 siang sudah masuk (bisa dicairkan),” ujarnya.
Selain itu, dia mengatakan QRIS BRI juga memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM seperti dirinya. Menurut dia, transaksi QRIS BRI untuk nominal tertentu tidak dikenakan potongan biaya.
“Gak ada potongan, 0 persen di bawah Rp500.000,” katanya.
Bapak satu anak itu mulai mengenal produk BRI saat mengembangkan usaha sate miliknya. Selain menggunakan QRIS, dia juga mengambil Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui BRI untuk menyewa ruko di kawasan Mayestik, Jakarta Selatan dengan biaya Rp200 juta per tahun.
Menurut dia, keputusan menggunakan layanan BRI salah satunya karena proses pengajuan yang cepat dan tidak rumit.
“BRI ini gak repot, misalnya pengajuan kemarin, saya hari ini isi data, besoknya sudah akad,” ujarnya.
Kini, Haidir mampu menjual hingga 1.500 sampai 2.000 tusuk sate per hari. Angka itu meningkat tajam dibanding saat masih berjualan di trotoar beberapa tahun lalu.
Meski usahanya berkembang, Haidir masih turun langsung melayani pelanggan setiap hari. Bahkan, tak sedikit pelanggan tetap yang sengaja mencari dirinya saat datang ke kiosnya.
“Kalau di sini saya gak turun tangan, pembelinya pada nanyain saya,” katanya.
Kemudahan pembayaran yang ditawarkan QRIS BRI dirasakan salah satu pelanggan, Tono. Dia mengaku lebih nyaman bertransaksi menggunakan QRIS karena jauh lebih praktis dibanding harus membawa uang tunai.
Dia menilai keberadaan QRIS membuat pelanggan tidak perlu repot mencari uang pas atau menunggu kembalian saat kondisi kios sedang ramai.
“Sekarang saya jarang bawa cash, jadi kalau ada QRIS lebih gampang,” ujar Tono.
Tono yang berprofesi sebagai pegawai swasta mengatakan pertama kali mengenal Sate Ayam Barokah Mayestik saat Haidir masih berjualan di pinggir jalan. Menurut dia, rasa sate yang konsisten menjadi alasan utama dirinya tetap datang hingga sekarang.
“Dari masih di trotoar saya sudah makan di sini. Rasanya dari dulu enggak berubah, malah sekarang tempatnya lebih nyaman,” kata Tono.
Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi mengatakan BRI secara konsisten membangun kapabilitas digital yang terhubung dengan seluruh ekosistem layanan. Upaya itu dilakukan melalui jaringan ATM, CRM, mesin EDC merchant, QRIS BRI, hingga AgenBRILink.
Saladin menyatakan BRI tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume transaksi dalam transformasi digital. Bank pelat merah itu juga berfokus pada peningkatan kualitas layanan dan keandalan sistem.
"Kami terus memperkuat kapabilitas teknologi agar BRImo mampu memberikan pengalaman transaksi yang semakin andal, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi nasabah di berbagai segmen," ujar Saladin.
Dia mengatakan BRI senantiasa memastikan layanan digital tetap stabil, aman, dan mampu mengakomodasi pertumbuhan transaksi yang terus meningkat melalui penguatan arsitektur teknologi, modernisasi infrastruktur, serta pengelolaan sistem yang berkelanjutan.
Editor: Rizky Agustian