Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Alokasi Biodiesel 2026 Ditetapkan Sebesar 15,6 Juta Kiloliter, ESDM: Hemat Devisa Impor Rp139 Triliun
Advertisement . Scroll to see content

RI Siap Jalankan B40 Mulai Tahun Depan

Jumat, 29 November 2024 - 15:10:00 WIB
RI Siap Jalankan B40 Mulai Tahun Depan
ilustrasi pelaksanaan B40. (Foto: Dok. Ditjen EBTKE Kementerian ESDM)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis pelaksanaan program mandatori biodiesel 40 persen (B40) akan sesuai rencana. Pelaksanaan itu akan dilakukan pada 1 Januari 2025. 

"Untuk biodiesel B40, kami berkomitmen untuk memulai pada 1 Januari 2025," ujar dia ketika ditemui di Jakarta, Jumat (29/11/2024). 

Menurut Airlangga, pemerintah sudah sepakat menambah volume produksi sawit nasional untuk kuota B40. Bahkan, BPDPKS juga bersedia memberikan pendanaan.

"Kami sudah memutuskan volume tambahan untuk kuota dan saya pikir dengan skema yang sekarang, BPDPKS sudah bersedia untuk memberikan pendanaan untuk menutup selisih harga CPO dan minyak tanah," tuturnya dia. 

Sebagai informasi, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Eddy Abdurachman mengungkapkan bahwa program mandatori biodiesel di samping sebagai upaya hilirisasi dalam rangka meningkatkan ketahanan energi, juga terbukti dapat menjaga stabilitas harga minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO). 

Sebab kata Eddy, hal ini merupakan suatu kegiatan untuk menciptakan pasar CPO di dalam negeri. Pasalnya, penerapan B40 ini akan menyedot banyak penggunaan CPO sebagai bahan dasar bahan bakar mineral (BBM). 

"Dengan begitu besarnya jumlah serapan CPO maupun produk-produk derivatifnya untuk feedstock atau bahan baku dari biodiesel, maka ini dapat dijadikan sebagai tools sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas harga CPO khususnya harga CPO di dalam negeri," ucap Eddy pada Kamis (21/11/2024) lalu.

Apalagi menurut Eddy, hilirisasi merupakan salah satu arahan dari Presiden Prabowo. Sehingga program strategis yang diselenggarakan oleh pemerintah dengan kontribusi yang berasal dari pungutan ekspor perlu dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut