Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Belajar dari Masa Sulit, Craftote Bangkit lewat Pendampingan Rumah BUMN BRI
Advertisement . Scroll to see content

QRIS BRI Bikin Transaksi di Depot Mirah Bulungan Praktis, Bayar Tinggal Scan

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:50:00 WIB
QRIS BRI Bikin Transaksi di Depot Mirah Bulungan Praktis, Bayar Tinggal Scan
Depot Mirah Bulungan di Jalan Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (Foto: Rizky Agustian)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Aktivitas makan siang di Depot Mirah Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, nyaris tak pernah sepi. Pegawai kantoran dan ritel hingga pelajar silih berganti datang memilih lauk di etalase warung makan milik Choirul Bariyah itu.

Di tengah ramainya antrean pelanggan, metode pembayaran digital kini ikut menjadi bagian penting dalam operasional usaha yang sudah berjalan hampir dua dekade tersebut. Bariyah mengaku sebagian besar pelanggan sekarang lebih memilih membayar menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

“Iya, ini kan semua pakai (QRIS),” kata Bariyah saat ditemui iNews.id di Depot Mirah Bulungan, dikutip Minggu (24/5/2026).

Perempuan 52 tahun asal Malang itu mengaku penggunaan QRIS BRI membuat transaksi di Depot Mirah Bulungan menjadi lebih praktis. Dia tidak lagi terlalu repot menyiapkan uang kembalian saat jam makan siang sedang ramai.

“Lebih banyak, lebih gampang sekarang pakai QRIS. Gak perlu nyiapin kembalian,” ujarnya.

Menurut Bariyah, perubahan kebiasaan pelanggan terasa cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jika dulu sebagian besar pembeli masih menggunakan uang tunai, kini pembayaran digital justru lebih sering dipakai pelanggan yang datang makan di tempat.

Transaksi Lebih Praktis

Depot Mirah Bulungan melayani sekitar 700 hingga 1.000 porsi makanan setiap hari. Menu yang dijual beragam, mulai dari ayam goreng, ayam pecel, telur balado, hingga lauk rumahan lainnya.

Ramainya pelanggan membuat kecepatan transaksi menjadi penting agar antrean tidak menumpuk terlalu panjang. Bariyah menilai QRIS membantu proses pembayaran menjadi lebih ringkas.

Pemilik Depot Mirah Bulungan, Choirul Bariyah (52), melayani pesanan pelanggan. (Foto: Rizky Agustian)
Pemilik Depot Mirah Bulungan, Choirul Bariyah (52), melayani pesanan pelanggan. (Foto: Rizky Agustian)

Selain praktis, dia juga mengaku tidak dikenakan potongan biaya tambahan untuk transaksi tertentu melalui QRIS BRI.

“Gak ada potongan,” katanya.

Meski tergolong inovatif, Bariyah mengakui acap kali mengalami kendala teknis dengan QRIS BRI. Namun, dia mengapresiasi kesigapan Tim BRI yang turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut.

Meski sempat mengalami error, Bariyah mengatakan kendala tersebut biasanya cepat ditangani petugas BRI.

“Cepat sih, aku bilang saja, ‘Mas ini cepetan error,’ dari orang BRI-nya (datang), nanti dicoba sama dia, terus bisa,” katanya.

Usaha Tetap Bertahan Hampir 2 Dekade

Bariyah memulai usaha warung makan sejak anak keduanya masih duduk di bangku sekolah dasar. Kini, usaha tersebut sudah berjalan hampir 20 tahun dan menjadi sumber penghidupan keluarga beserta para karyawannya.

“Mulai jualan anak kedua masuk SD, sekarang umur 26,” ujar Bariyah.

Awalnya, dia berjualan mi ayam, jus, dan gorengan di kawasan trotoar sekitar Jalan Mahakam, Jakarta Selatan. Namun setelah penataan kawasan, dia berpindah ke lokasi saat ini dan tetap bertahan hingga sekarang.

Menu yang dijajakan di Depot Mirah Bulungan, Jakarta Selatan. (Foto: Rizky Agustian)
Menu yang dijajakan di Depot Mirah Bulungan, Jakarta Selatan. (Foto: Rizky Agustian)

Seiring berkembangnya usaha, Bariyah juga mulai menggunakan berbagai layanan BRI lainnya, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk menopang kebutuhan usaha.

Menurut dia, kombinasi tambahan modal usaha dan kemudahan transaksi digital membantu Depot Mirah Bulungan tetap berkembang di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin ketat.

“Cukuplah, ada peningkatan. Pokoknya cukup buat anak-anak, buat karyawan cukup, buat kita cukup,” katanya.

Salah satu pelanggan Depot Mirah Bulungan, Ajeng, mengaku cukup sering makan di tempat tersebut sepulang sekolah bersama teman-temannya. Siswi SMAN 6 Jakarta itu menilai keberadaan QRIS membuat pembayaran jadi lebih praktis.

“Kalau sekarang lebih sering pakai QRIS sih, jadi gak perlu bawa uang cash banyak,” ujar Ajeng.

Menurut dia, metode pembayaran digital juga memudahkan saat kondisi depot sedang ramai pengunjung.

“Tinggal scan aja, jadi lebih cepat juga kalau lagi antre ramai,” katanya.

Transformasi Digital BRI Dorong Kemudahan Transaksi

Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi mengatakan BRI secara konsisten membangun kapabilitas digital yang terhubung dengan seluruh ekosistem layanan. Upaya itu dilakukan melalui jaringan ATM, CRM, mesin EDC merchant, QRIS BRI, hingga AgenBRILink.

Saladin menyatakan BRI tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume transaksi dalam transformasi digital. Bank pelat merah itu juga berfokus pada peningkatan kualitas layanan dan keandalan sistem.

"Kami terus memperkuat kapabilitas teknologi agar BRImo mampu memberikan pengalaman transaksi yang semakin andal, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi nasabah di berbagai segmen," ujar Saladin.

Dia mengatakan BRI senantiasa memastikan layanan digital tetap stabil, aman, dan mampu mengakomodasi pertumbuhan transaksi yang terus meningkat melalui penguatan arsitektur teknologi, modernisasi infrastruktur, serta pengelolaan sistem yang berkelanjutan.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut