PUPR Masih Tunggu Pembebasan Lahan Milik Kemenkeu untuk Lanjutkan Bangun Tol IKN
JAKARTA, iNews.id - Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN) Kementerian PUPR, Danis Hidayat Sumadilaga menyebut, saat ini pembangunan Tol IKN masih terkendala masalah lahan di beberapa segmen. Pasalnya, tidak semua status tanah di IKN dan sekitarnya sudah bebas untuk dilakukan pembangunan.
Beberapa lahan diketahui status tanahnya berupa Aset Dalam Penguasaan (ADP) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Adapun saat ini Kementerian PUPR tengah membangun Jalan Tol IKN tahap pertama yang menjadi akses masuk dari arah Balikpapan atau Samarinda menuju IKN. Sebab, pembangunan Tol IKN sendiri menjadi bagian dari Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam).
Pada tahap 1, pembangunan Jalan Tol IKN sudah berjalan pada tiga seksi, yakni Seksi 3A Karangjoang-KKT Kariangau sepanjang 13,4 km, Seksi 3B KKT Kariangau-Simpang Tempadung sepanjang 7,3 km, dan Seksi 5A Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang sepanjang 6,7 km. Ketiga seksi ini ditargetkan rampung dan fungsional pada Juli 2024.
Pengusaha Properti Sebut Butuh 10 Tahun Sebelum Bangun Hunian Komersial di IKN
Namun demikian, Danis menjelaskan untuk seksi 6A Riko-Rencana Outer Ring Road IKN dan Seksi 6B Rencana Outer Ring Road-Simpang 3 ITCI, yang juga menjadi bagian dari Tahap 1 masih terkendala masalah pembebasan lahan milik Kemenkeu.
Jadi Penduduk Pertama, Basuki Hadimuljono dan Istri Bakal Pindah ke IKN Juli 2024
"Cuma untuk 6A dan 6B, kita masih berusaha masalah tanah disitu, kan waktu itu seksi 3A sudah jalan, 3B, 5A sudah jalan, nah terus yang 6A dan 6B sudah kontrak, cuma 6A dan 6B ini ada yang status tanahnya masih dalam aset dalam penguasaan di bawah Kemenkeu, disana juga masih ada masyarakat," ujar Danis saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, dikutip, Senin (19/2/2024).
Jalan Tol IKN akan mempersingkat jarak tempuh dari Balikpapan menuju KIPP IKN yang semulanya apabila melewati Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Balsam dan Lintas Sepaku membutuhkan waktu sekitar 2 jam 15 dengan jarak 95 km, menjadi hanya sekitar 45 menit dengan jarak 57 km.
Badan Otorita Pastikan 200 Kamar Hotel Tersedia di IKN pada Agustus 2024
Namun demikian, Danis memastikan pembangunan Jalan Tol IKN akan rampung secara bertahap. Pada bulan Juli mendatang targetnya pembangunan tahap 1 sudah bisa diselesaikan, namun untuk segmen 6A dan 6B yang saat ini masih terkendala masalah lahan. Kemungkinan bulan Agustus baru dapat beroperasi secara fungsional satu arah.
"Kita targetkan fungsional bisa dilewati satu arah pada bulan Agustus, kita usahakan, tapi 6A dan 6B kita masih berhadapan dengan masalah tanah," kata Danis.
Editor: Aditya Pratama