Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Marah Besar IHSG Anjlok, BEI: Kami Berterima Kasih
Advertisement . Scroll to see content

Praktisi Sebut Skema Continuous Auction Dukung Wujudkan Price Discovery Saham daripada FCA

Minggu, 16 Juni 2024 - 23:35:00 WIB
Praktisi Sebut Skema Continuous Auction Dukung Wujudkan Price Discovery Saham daripada FCA
ilustrasi saham di bursa usai kebijakan FCA (freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Skema perdagangan continuous auction dinilai lebih dapat mewujudkan mekanisme price discovery atau proses penemuan dan pembentukan harga saham dalam Papan Pemantauan Khusus (PPK).

Hal ini dinilai lebih baik daripada full periodic call auction (FCA) dalam blind order book PPK yang tidak menampilkan kolom permintaan beli (bid) dan penawaran jual (offer).

“Ada studi dari luar negeri di mana continuous market itu lebih efektif, lebih benar untuk price discovery.” ucap Praktisi Pasar Modal Kartika Sutandi dalam iNews Malam ‘Gejolak Pasar Saham karena FCA’, dikutip Minggu (16/6/2024).

Dalam continuous auction atau yang selama ini dilakukan, pesanan beli atau jual dapat diperdagangkan secara langsung. Sedangkan dalam FCA, order beli/jual tidak diperdagangkan secara langsung, melainkan menunggu fase perjumpaan harga (matching).

Hal yang membedakan continuous auction dengan call auction adalah soal volatilitias, dan sensitivitas terhadap order hingga ukuran (volume).

Kartika menuturkan mekanisme FCA juga rawan menimbulkan manipulasi pergerakan harga saham, terutama dalam fase Order Collection yang ujungnya masuk dalam Order Matching atau fase perjumpaan antara mereka yang beli dan mereka yang jual.

“Kadang-kadang dimanipulasi dengan satu bid yang besar, sehingga IEP-nya naik mentok auto rejection atas (ARA). Nah, sebelum 09:55 (waktu JATS), dicabut, langsung auto rejection bawah (ARB),” kata dia

Hal ini, terangnya, menimbulkan volatilitas sekaligus ketidakpastian terhadap harga suatu saham. “In between that second, dari ARA ke ARB itu 10 persen atas, 10 persen bawah, ada 20 persen volatilty dalam satu menit, itu gimana nggak easy to manipulate,” tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Bursa Efek Indonesia (BEI, Irvan Susandy menegaskan mekanisme call auction merupakan metode perdagangan yang lebih tepat untuk saham yang transaksinya lebih sedikit, sehingga dapat memperbaiki mekanisme price discovery. 

“Sistem ini juga dapat meredam volatilitas perdagangan saham.” ujar Irvan dalam rilis.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut