Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Resep Lebaran Bawa Cuan, Cangcomak Naik Kelas Didukung Rumah BUMN BRI
Advertisement . Scroll to see content

Petik Sayur, Panen Ilmu: BRI Bantu Kebun Gangnam Jadi Tempat Belajar Urban Farming

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:28:00 WIB
Petik Sayur, Panen Ilmu: BRI Bantu Kebun Gangnam Jadi Tempat Belajar Urban Farming
Anggota Kelompok Tani Gangnam mempraktikkan cara pembuatan pestisida nabati. (Foto: @kebun_gangnam/Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Riuh percakapan terdengar dari rumah edukasi di sudut Kebun Pegangsaan Dua Menanam (Gangnam), Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Kamis (4/6/2026). Puluhan anggota Kelompok Tani Gangnam dan warga duduk memperhatikan penjelasan penyuluh, sementara di hadapan mereka tersaji aneka daun, batang serai, lengkuas, hingga daun mimba yang akan diolah menjadi pestisida nabati. 

Tak lama, peserta beranjak menuju area kebun. Mereka mengamati tanaman cabai yang mulai terserang hama.

Mereka lantas mempraktikkan cara mengenali gejala penyakit dan mencoba meracik larutan alami untuk melindungi tanaman. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran baru bagi mereka yang bisa langsung diterapkan di Kebun Gangnam maupun rumah masing-masing.

 

Pemandangan seperti itu bukan hal yang asing di Kebun Gangnam. Kebun seluas sekitar 1.330 meter persegi tersebut berkembang menjadi ruang belajar bersama tentang pertanian perkotaan. 

Kegiatan yang berlangsung hari itu merupakan bagian dari roadshow Laboratorium Klinik Tanaman yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta. 

Penyuluh Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman Dinas KPKP DKI Jakarta, Carta, mengatakan kegiatan tersebut digelar secara bergilir di berbagai wilayah Jakarta hingga November 2026. 

"Ini kegiatan roadshow Laboratorium Klinik Tanaman. Jadi di Provinsi DKI sampai November 2026. Kebetulan hari ini di Kelapa Gading dan kita praktik langsung di lapangan," ujar Carta saat ditemui iNews.id. 

Menurut dia, materi yang diberikan tidak terbatas pada teori. Peserta juga diajak mempraktikkan pengendalian hama dan penyakit tanaman menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. 

"Kami memberikan edukasi mengenai pengendalian hama dan penyakit tanaman yang ramah lingkungan. Selain itu, peserta juga diajak praktik membuat pestisida nabati dari bahan-bahan alami yang tersedia di sekitar mereka," tuturnya.

Penyuluh Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman Dinas KPKP DKI Jakarta, Carta menunjukkan hama kutu yang menyerang tanaman cabai lewat pemantauan mikroskop. (Foto: Rizky Agustian)
Penyuluh Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman Dinas KPKP DKI Jakarta, Carta menunjukkan hama kutu yang menyerang tanaman cabai lewat pemantauan mikroskop. (Foto: Rizky Agustian)

BRI Perkuat Kebun Gangnam Jadi Pusat Edukasi Warga

Pelatihan semacam ini menjadi bagian dari aktivitas rutin di Kebun Gangnam. Sejak memperoleh dukungan melalui program BRI Bertani di Kota (BRInita) dari BRI Peduli, kawasan tersebut semakin aktif menggelar berbagai kegiatan edukasi yang melibatkan masyarakat. 

Lewat programnya, BRI memberikan dukungan pengembangan kebun dengan menghadirkan fasilitas fisik. Selain itu, bantuan juga diberikan lewat ruang bagi kelompok tani untuk terus meningkatkan kapasitas melalui berbagai pelatihan. 

Pengetahuan yang diperoleh kemudian dibagikan kepada masyarakat sehingga manfaatnya dirasakan lebih luas.

Lurah Pegangsaan Dua, Sarmudi mengatakan keberadaan Kebun Gangnam kini memberi kesempatan bagi warga Jakarta untuk belajar bercocok tanam meski tinggal di kawasan dengan lahan yang terbatas. 

"Sangat bermanfaat tentunya, karena keberadaan Kebun Gangnam ini bisa memberikan dampak buat warga sekitar. Di DKI Jakarta lahannya sangat terbatas, jadi warga bisa belajar bagaimana memanfaatkan pekarangan sempit dengan pot atau vertical garden," kata Sarmudi. 

Dia mengatakan siapa pun yang tertarik belajar urban farming dapat datang langsung ke Kebun Gangnam. Kelompok Tani bahkan menyediakan bibit tanaman agar peserta dapat mempraktikkan ilmu yang diperoleh di rumah. 

Peserta edukasi urban farming di Kebun Gangnam, Kelapa Gading, Jakarta Utara. (Foto: Rizky Agustian)
Peserta edukasi urban farming di Kebun Gangnam, Kelapa Gading, Jakarta Utara. (Foto: Rizky Agustian)

"Kalau warga masyarakat mau belajar cara menanam sayuran dan buah-buahan bisa langsung datang ke sini. Nanti kita kasih bibitnya juga buat mereka tanam di rumah," ujarnya. 

Tumbuhkan Minat Bertani di Tengah Kota

Keberadaan rumah edukasi juga memperkuat fungsi kebun sebagai pusat pembelajaran. Bangunan tersebut menjadi tempat peserta menerima materi dasar sebelum mempraktikkan langsung proses budidaya di lahan. 

Tak hanya warga sekitar, berbagai sekolah hingga perguruan tinggi juga rutin memanfaatkan Kebun Gangnam sebagai lokasi pembelajaran luar kelas. Siswa PAUD, TK, SD, komunitas, hingga mahasiswa datang bergantian untuk mengenal proses menanam dari dekat. 

Koordinator Lapangan Kelompok Tani Gangnam, Yunus Banul mengatakan kegiatan edukasi hampir selalu mengisi agenda pengelola. 

"Iya, rutin. Ada anak SD, PAUD, TK. Kemarin juga ada mahasiswa magang dari Universitas Diponegoro," kata Yunus. 

Menurut dia, setiap rombongan diawali dengan penyampaian materi di rumah edukasi sebelum diajak mempraktikkan langsung cara menyemai benih, menanam, hingga merawat tanaman. 

Kebun Gangnam di Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara. (Foto: Rizky Agustian)
Kebun Gangnam di Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara. (Foto: Rizky Agustian)

"Dikasih pemaparan dulu di rumah edukasi, baru nanti praktik penanaman," ucap dia. 

Kemampuan anggota kelompok tani untuk membimbing masyarakat tidak lepas dari berbagai pelatihan yang mereka ikuti melalui program BRInita. Berbagai materi diberikan, mulai dari budidaya sayuran, melon, perikanan lele, hingga peternakan ayam. 

"Ada pelatihan budidaya lele, pelatihan ternak ayam, sampai pelatihan melon. Jadi dari pembenihan sampai panen diajarkan," kata Yunus. 

Ilmu tersebut kemudian ditularkan kembali kepada masyarakat. Dengan begitu, keberadaan Kebun Gangnam juga dapat melahirkan semakin banyak warga yang memahami cara bercocok tanam di lingkungan perkotaan. 

BRI Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Komunitas

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan BRI terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan melalui BRInita. Menurut dia, urban farming memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kapasitas masyarakat selain menghadirkan ruang hijau di kawasan perkotaan.

"Panen bisa dipakai untuk pangan keluarga, dijual untuk tambah penghasilan, atau ditukar dalam program sosial sebagai apresiasi," ujar Dhanny. 

Dia menambahkan, BRInita merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) sekaligus Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, serta menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih hijau dan produktif.

"Bersama, kita wujudkan kota yang sehat dan berkelanjutan, demi masa depan pangan yang lebih baik untuk seluruh generasi," ucap Dhanny.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut