Percepat Tranformasi Digital, KSP: Indonesia Butuh 9 Juta Talenta
JAKARTA, iNews.id - Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko, mengatakan Indonesia harus mempercepat transformasi digital untuk menaikkan peringkat Indonesia pada World Talent Competitiveness Index.
Salah satu cara menaikkan World Talent Competitiveness Index, yaitu dengan melahirkan talenta muda terutama di dunia digital. Untuk itu, Indonesia membutuhkan setidaknya 9 juta talenta digital.
"Targetnya pada 2030, kita sudah memiliki sembilan juta SDM atau talenta digital di Indonesia," kata Moeldoko dalam keterangannya, Selasa (6/12/2022).
Seperti diketahui, peringkat Indonesia pada World Talent Competitiveness Index 2022 masih berada di urutan 51 dari 63 negara. Sementara negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, masing-masing sudah berada di peringkat 31 dan 4.
Jokowi Dorong Transformasi Digital karena Jadi Kunci Masa Depan Ekonomi Global
Terkait dengan itu, lanjutnya, pemerintah mendorong percepatan transformasi digital untuk melahirkan talenta digital, sekaligus membawa perubahan bagi landscape perekonomian Indonesia.
Mantan Panglima TNI ini menyampaikan, peningkatan dan pengembangan SDM Digital merupakan satu dari lima arahan Presiden Joko Widodo dalam percepatan transformasi digital.
Presiden Jokowi: Generasi Muda ASEAN Harus Jadi Bagian Penting Transformasi Digital
Menurut dia, transformasi digital telah menjadi bagian penting dalam mengubah landscape perekonomian Indonesia terutama bagi sektor.
Hingga Mei 2022, sudah ada 19 juta pelaku UMKM yang tergabung dengan ekosisyem digital, dan ditargetkan menjadi 30 juta pada 2024.
"Di sektor pemerintahan, transformasi digital membuat kinerja K/L lebih efektif karena terkoneksi semua," kata Moeldoko.
Sebagai informasi, Indonesia Digital Talent Day 2022 ajang apresiasi terhadap Peguruan Tinggi, Kementerian/Lembaga, dan Organisasi Kepemudaan yang telah mengikuti Program Pelatihan Pengembangan 100 Ribu Digital Talenta Indonesia. Program tersebut merupakan kerjasama Kantor Staf Presiden dengan Huawei Indonesia, yang sudah berjalan sejak Oktober 2020.
"Dari program ini, sudah terlahir 71 ribu talenta digital. Program seperti ini harus terus didorong sehingga target 100 ribu talenta digital bisa diwujudkan," kata Moeldoko.
Pada kesempatan yang sama, CEO Huawei Indonesia menyampaikan apresiasi kepada Kantor Staf Presiden dan Kementerian/Lembaga yang telah mendukung program Huawei dalam pengembangan dan percepatan transformasi digital di Indonesia.
Huawei melalui ASEAN Academy Indonesia telah aktif menggelar berbagai pelatihan, seminar, studi banding, sertifikasi, hingga kompetisi yang dirancang memperkaya wawasan, memperdalam pemahaman, serta meningkatkan penguasaan terhadap teknologi-teknologi terdepan.
"Ke depannya, Huawei ingin berkontribusi lebih bagi Indonesia sebagai bagian dari komitmen ‘I Do’ Huawei untuk menciptakan nilai dalam rangka membangun Indonesia yang terhubung sepenuhnya, berorientasi 5G, lebih cerdas, digital, dan hijau," tutur Jacky Chen.
Indonesia Digital Talent Day 2022 melibatkan 9 Kementerian/Lembaga. Yakni, Kantor Staf Presiden, Kemensesneg, Kemendikbud, Kemkominfo, Kemnaker, Kemenparekraf, KemenPPPA, BSSN, dan BRIN.
Pada gelaran yang juga dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dan Menteri PPPA Gusti Ayu Bintang Darmawati tersebut, juga diberikan penghargaan kepada Kementerian/Lembaga dan Perguruan Tinggi yang memenangi kompetisi digital Huawei Indonesia.
Editor: Jeanny Aipassa