Penjualan Turun, Laba Unilever Susut 6,21 Persen di Kuartal I-2018
JAKARTA, iNews.id – PT Unilever Indonesia Tbk (IDX: UNVR) mencatat kinerja yang mengecewakan pada kuartal I-2018 dari sisi pendapatan dan laba bersih.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang belum diaudit, laba bersih Unilever sepanjang tiga bulan pertama tahun ini mencapai Rp1,83 triliun, turun 6,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp1,96 triliun.
Turunnya laba bersih Unilever tidak terlepas dari menurunnya pendapatan dan meningkatnya beban pokok penjualan. Unilever meraup pendapatan Rp10,74 triliun, turun 0,91 persen dibandingkan Rp10,84 triliun.
Dari sisi produk, penjualan kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh (home and personal care) mencapai Rp7,27 triliun sementara makanan dan minuman (food and refreshment) mencapai Rp3,47 triliun. Dua jenis produk ini sama-sama mengalami penurunan penjualan.
Sebagian besar produk Unilever dijual di pasar domestik sebesar Rp10,13 triliun atau 94,3 persen sementara sisanya diekspor ke luar negeri Rp609,7 miliar lewat cabang perusahaan di negara lain.
Beban pokok penjualan juga meningkat dari Rp5,22 triliun menjadi Rp5,25 triliun. Penyebab kenaikan ini terutama berasal dari harga bahan baku yang naik dari Rp4,14 triliun menjadi Rp4,37 triliun.
Selain itu, beban pemasaran dan penjualan juga naik dari Rp1,92 triliun menjadi Rp20,5 triliun. Hal ini tidak terlepas dari kenaikan biaya iklan dari Rp601 miliar menjadi Rp733 mililar.
Kenaikan ini membuat laba usaha Unilever turun dari Rp2,66 triliun menjadi Rp2,51 triliun, sehingga membuat laba bersih turun.
Kendati demikian, Unilever mencatat peningkatan kinerja dari sisi aset dari Rp18,9 triliun menjadi Rp20,24 triliun. Adapun dari sisi liabilitas, terutama jangka pendek, terjadi penurunan Rp13,73 triliun menjad Rp13,23 triliun.
Editor: Rahmat Fiansyah