Pendapatan Negara Naik 17,3 Persen, Tembus Rp1.000,5 Triliun di April 2023
JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, mencatat pendapatan negara mencapai naik17,3 persen menembus Rp1.000,5 triliun di April 2023, dibandingkan Rp853,2 triliun pada periode sama tahun lalu.
Menurut Menkeu, pendapatan negara tersebut terutama dikontribusi oleh penerimaan pajak yang mencapai Rp688,1 triliun, tumbuh 21,3 persen dibandingkan penerimaan pajak tahun lalu sebesar Rp567,3 triliun.
Selain itu, penerimaan bea cukai sebesar Rp34,5 triliun, atau 31,2 persen dari target APBN 2023. Angka ini terkontraksi 12,8 persen dibandingkan penerimaan bea cukai tahun lalu sebesar Rp108,4 triliun.
"Untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat Rp217,8 triliun di April 2023. Angka ini tumbuh 22,8 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu di Rp177,3 triliun. Untuk PNBP ini sudah hampir 50 persen mencapai target," kata Sri Mulyani, dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Mei 2023 di Jakarta, Senin (22/5/2023).
Sri Mulyani Ingatkan Kementerian/Lembaga Berhati-hati Gunakan Anggaran, Ini Alasannya
Dari sisi belanja negara sebesar Rp765,8 triliun hingga April 2023, ini 25 persen atau seperempat total target belanja negara sudah terealisasi. Angka ini tumbuh 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp750,5 triliun.
"Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) mencapai Rp257,7 triliun atau tumbuh tipis 1,6 persen hingga April 2023. Tahun lalu, K/L membelanjakan Rp253,6 triliun. Sementara belanja non K/L sebesar Rp265 triliun hingga April 2023, ini lebih tinggi 4,1% dibandingkan tahun lalu di Rp254 triliun," ungkap Sri.
Mantap! APBN Surplus Rp131,8 Triliun di Februari 2023
Dia pun mencatat Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp243 triliun hingga April 2023, tumbuh 0,3 persen dibandingkan tahun lalu yang belanjanya Rp242,4 triliun.
"Sehingga, dari sisi belanja, seperempat target sudah terealisasi. Keseimbangan primer surplus Rp374,3 triliun, dan ini melonjak tinggi dibandingkan tahun lalu yang juga surplus Rp220,5 triliun, naik 69,7 persen yoy," terang Sri.
Overall balance atau keseluruhan keseimbangan dari fiskal, sebut dia, surplus Rp234,7 triliun. Ini artinya 1,12 persen dari PDB, atau naik tajam dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar Rp102,7 triliun, atau tumbuhnya 128,5 persen.
"Dengan demikian, kondisi APBN tahun lalu yang sangat baik, tahun ini makin lebih baik lagi hingga bulan April 2023. APBN tetap solid dan resilient menjaga momentum dan pemulihan ekonomi. Kinerja fiskal masih cukup baik, meski perlu diwaspadai potensi moderasi ke depannya sebagai dampak menurunnya harga komoditas global," tutur Sri Mulyani.
Editor: Jeanny Aipassa