Pedagang Barang Bekas Ini Jual Helm dari Rp20.000 Jadi Rp2 Juta
JAKARTA, iNews.id - Barang bekas menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi kalangan tertentu. Hal tersebut pun dimanfaatkan penjual barang antik, salah satunya helm bekas di kawasan kebayoran lama bernama Geri.
Melalui tokonya, Toko Kiri, dia menjual barang antik. Berdasarkan pantauan iNews.id, barang yang dijual mulai dari helm, kamera, radio, dan motor bekas.
Geri mengatakan, banyak mengambil barang bekas dari penjual barang bekas gerobak atau tempat daur ulang plastik sehingga bisa mendapatkan barang dengan harga murah.
“Saya biasa dapet dari tempat daur ulang. Itu untuk satu helm saya bisa dapet hanya Rp20.000, tapi helm bisa laku hingga Rp2 juta karena memang helm ori,” kata dia di kawasan kebayoran lama, Sabtu (15/4/2023).
Tips MotionCredit: 3 Ide Peluang Bisnis bagi Pemula
Sementera itu, Toko Kiri juga menjual beberapa motor lawas, seperti unit langka Honda C70, S90Z dan Jaling Kancil. Bahkan, toko tersebut juga menjual motor sekelas Binter Merzy dan vespa matic kekinian.
“Harganya pun berkisar dari Rp4 juta hingga puluhan juta,” ujar dia.
Tips MotionCredit: 5 Cara Meningkatkan Peluang Agar Pendanaan Bisnis Anda Disetujui
Geri pertama kali jual barang bekas secara online melalui kanal Instagram dan Facebook untuk menargetkan generasi milenial yang menggemari barang antik serta melalui kegiatan car free day (CFD) di hari minggu. Namun, dia mulai melakukan ekspansi dengan membuka toko offline.
Selain itu, menjual di toko offline juga dilakukan untuk menargetkan penggemar barang antik yang sudah memasuki usia senja. Hasilnya, pria berusia 31 tahun tersebut mengatakan, ada pelanggan dengan usia 84 tahun melihat motor bekas yang dijajakan di toko tersebut.
Catat! Ini Tips Jitu Raup Untung dari Bisnis Jual Beli Mobil Bekas
“Pembeli itu adalah Kakek Data. Dia memang tertarik dengan motor antik. Bahkan motor yang digunakan untuk mengunjungi toko ini sudah dipakai sejak SMA. Sesekali, dia bertukar cerita tentang kisah asmaranya bersama sang istri,” tuturnya.
Ke depannya, dia akan melakukan pengembangan produk, salah satunya menjual baju bekas yang berasal dari koleksi pribadi. Dia mengakui bahwa bisnisnya berawal dari hobinya yang sudah ditekuni dari sekolah menengah pertama (SMP) terhadap barang-barang antik seperti motor, helm, radio dan tv.
Penghasilan tertingginya pun selama 2 minggu mencapai Rp4 juta hingga Rp5 juta. Jika ingin berbelanja, pembeli bisa langsung datang ke Toko Kiri di kawasan Jakarta Selatan, Pom Bensin Pertamina samping TPU Jeruk Purut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, banyak generasi muda yang menghabiskan waktu untuk ngabuburit selama bulan Ramadan sembari mengecek barang antik di toko tersebut.
Editor: Jujuk Ernawati