Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BNI Cetak Laba Bersih Rp20 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 15,9%
Advertisement . Scroll to see content

PAM Mineral (NICL) Bukukan Laba Bersih Rp150 Miliar di 2022, Meroket 230 Persen

Selasa, 04 April 2023 - 13:38:00 WIB
PAM Mineral (NICL) Bukukan Laba Bersih Rp150 Miliar di 2022, Meroket 230 Persen
Areal penambangan nikel PT PAM Mineral Tbk (NICL). (Foto: istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Produsen nikel, PT PAM Mineral Tbk (NICL), membukukan laba bersih sebesar Rp150 miliar di tahun 2022, meroket 230 persen dari Rp45,5 miliar pada tahun 2021 (YoY).  Adapun laba usaha PAM Mineral juga meningkat sebesar 208 persen dari Rp59,4 miliar pada 2021 menjadi Rp183 miliar pada 2022. 

Pencapaian laba perseroan tersebut, ditopang penjualan nikel yang meningkat 170 persen dari Rp419 miliar pada 2023 menjadi Rp1,13 triliun pada 2022. Dari sisi Neraca, total asset NICL mencatatkan pertumbuhan sebesar 44 persen menjadi Rp600 miliar pada 2022 dibandingkan Rp417 miliar pada 2021. 

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan ekuitas sebesar 43 persen dari Rp347 miliar menjadi sebesar Rp497 miliar. Sedangkan dari sisi utang, PAM Mineral tidak membukukan peningkatan utang kepada pihak ketiga yang signifikan. Perseroan pun tidak memiliki utang bank.

”Kami bersyukur dengan pencapaian kinerja di tahun 2022. Perseroan mencapai kinerja yang memuaskan. Peningkatan tersebut ditopang terutama oleh kenaikan volume penjualan dan harga nikel dunia," kata Dirut PAM Mineral, Ruddy Tjanaka. 

Dia menjelaskan, walaupun tahun 2022 masih terjadi pasca pandemic Covid-19 serta perekonomian dunia yang penuh tantangan, perseroan tetap menjalankan kegiatan operasinya dengan cukup baik.

Menurut Ruddy, peningkatan kinerja operasional dan keuangan Perseroan ini akan menambah nilai bagi pemegang saham PAM Mineral (NICL).

Untuk itu, perseroan berkomitmen untuk terus melakukan ekplorasi berkelanjutan serta menjaga prinsip konservasi mineral melalui optimasi pemanfaatan bijih nikel yaitu memanfaatkan sumberdaya mineral dan melakukan diversifikasi produk. 

Diversifikasi produk dilakukan dengan pembagian berdasarkan persentasi kadar nikel yang terkandung dalam bijih menjadi bijih kadar rendah, bijih kadar menengah dan bijih kadar tinggi (Low Grade, Middle Grade, dan High Grade). 

Perseroan melakukan pemanfaatan bijih kadar rendah (low grade) dengan melakukan optimalisasi cut off grade sehingga bijih kadar rendah yang sebelumnya dianggap waste dapat diolah dan dipasarkan.

Pada tahun 2023, lanjutnya, Perseroan akan fokus meningkatkan produksi nikel dari sebelumnya sebesar 2,1 juta ton menjadi sebesar 2,6 juta ton. 

"Kami sudah memperoleh persetujuan RKAB dari ESDM untuk rencana peningkatan produksi kami. Fokus kami akan menambah cadangan nikel baik melalui optimalisasikan dari di wilayah IUP di Morowali maupun wilayah IUP anak perusahaan di Konawe. Selain itu, kami juga akan mencari peluang IUP baru baik secara organik maupun anorganik,” ungkap Ruddy Tjanaka.

Dia menambahkan, dengan dukungan Pemerintah Pusat dan daerah terhadap hilirisasi Nikel serta partisipasi aktif masyarakat lingkar tambang, kami yakin dapat mencapai rencana bisnis yang telah disusun tahun ini.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut