Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : IHSG Tertekan, BEI Sebut Laba Emiten Naik 21,5 Persen
Advertisement . Scroll to see content

OJK Klaim Reformasi Pasar Saham Buahkan Hasil, Kepercayaan Investor Meningkat

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:43:00 WIB
OJK Klaim Reformasi Pasar Saham Buahkan Hasil, Kepercayaan Investor Meningkat
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi. (Foto: Rohman Wibowo)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir dinilai masih dalam batas kewajaran dan sejalan dengan tren pelemahan bursa saham di kawasan regional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini tekanan pasar saham tak lepas dari imbas dinamika geopolitik global, termasuk eskalasi konflik di Timur Tengah, serta tingginya ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter dunia yang masih ketat. 

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, meski dihadapkan pada ketidakpastian global, langkah reformasi struktural yang terus digulirkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan OJK terbukti ampuh menjadi bantalan dalam menjaga kepercayaan pelaku pasar.

Selain faktor eksternal, sentimen di dalam negeri belakangan ini juga dipengaruhi oleh keputusan penyesuaian bobot atau rebalancing dari indeks MSCI. Pengumuman yang dirilis pada 12 Mei waktu Amerika Serikat atau 13 Mei waktu Indonesia tersebut sempat memicu tekanan lanjutan ketika bursa kembali dibuka usai libur panjang.

"Jadi kita melihat pergerakan indeks kami sudah lebih secara fundamental, dan juga sekarang pergerakannya relatif sejalan dengan indeks acuan MSCI maupun subindeks utama seperti LQ45, IDX30, dan IDX80. Ini mencerminkan price discovery yang lebih fundamental di mana pergerakan saham lebih ditopang oleh aspek fundamental dibandingkan oleh sentimen semata," urai Friderica dalam konferensi pers di BEI, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Meski begitu, tingkat koreksi bursa tercatat masih berada di tahap moderat, yakni merosot 1,98 persen pada hari pertama pengumuman MSCI dan turun 1,85 persen pada perdagangan 18 Mei lalu.

Otoritas memandang dinamika dan fluktuasi indeks saat ini sebagai bentuk penyesuaian harga yang lebih berbasis pada nilai intrinsik perusahaan. Kondisi ini merupakan konsekuensi logis dari serangkaian transformasi yang telah dijalankan oleh regulator guna menyehatkan ekosistem pasar modal.

Perempuan yang akrab disapa Kiki ini menekankan soal di tengah ramainya sentimen rebalancing MSCI, instrumen investasi dalam negeri dianggap dipenuhi dana segar. OJK mencatat Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana pada tahun ini meroket tajam dengan tambahan dana mencapai Rp49,71 triliun atau tumbuh sekitar 6,39 persen.

"Juga berita baiknya adalah bahwa walaupun ada dinamika seperti saat ini, kami melihat perspektif investor meningkat dalam hal confidence untuk masuk ke market yang ditandai dengan penambahan 7 juta investor ritel baru sejak awal tahun (year to date)," ucapnya.

Peningkatan yang ditopang oleh aliran masuk masuk bersih (net subscription) dari kalangan investor ritel ini membawa total akumulasi dana kelolaan secara keseluruhan menembus angka Rp718,44 triliun.

Capaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa guncangan dari luar tidak menyurutkan minat masyarakat untuk menempatkan dananya di instrumen investasi resmi. Momentum pembenahan aturan main di bursa secara nyata telah melahirkan optimisme yang kuat bagi para pelaku pasar.

"Jadi ini memperlihatkan bahwa reformasi diarahkan untuk memastikan pasar modal Indonesia tidak hanya berkembang dari sisi market size, tetapi juga kita ke depankan dari aspek fundamental dan integritas," tuturnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut