Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BCA Bukukan Laba Bersih Rp57,5 Triliun di 2025
Advertisement . Scroll to see content

NPL Capai 1,4 Persen, BCA Sebut Nasabah Lupa Bayar usai Lebaran

Kamis, 26 Juli 2018 - 19:40:00 WIB
NPL Capai 1,4 Persen, BCA Sebut Nasabah Lupa Bayar usai Lebaran
Ilustrasi. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) mencatat rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) berada di level 1,4 persen pada akhir Juni 2018. Perseroan memastikan rasio kredit bermasalah tersebut masih dalam kondisi aman.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menuturkan, rasio kredit bermasalah di level 1,4 persen karena banyak nasabah yang menggunakan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk keperluan rumah tangga atau mudik Lebaran sehingga mengesampingkan pembayaran kredit.

"Kalau Juni kan ini habis Libur lebaran ya, mungkin orang agak lupa gitu untuk membayar sehingga NPL-nya agak tinggi," katanya dalam pemaparan kinerja BCA semester I-2018 di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (26/7/2018).

Sementara itu, Direktur BCA Rudy Susanto menjelaskan, penyebab kredit bermasalah naik karena Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang belum terbayarkan, terutama pada Juni 2018.

"Kalau kita lihat dari NPL KPR memang agak naik ya, tapi kita harus ingat ini ada colateral memang penyelesaiannya butuh waktu. Tidak bisa langsung baru di-hold satu sampai dua bulan baru kita eksekusi. Biasanya kita kasih waktu enam sampai sembilan bulan," kata Rudy.

Meski begitu, dia mencatat rasio cadangan terhadap kredit bermasalah (loan loss coverage) tercatat sebesar 187,8 persen, turun dari posisi tahun sebelumnya, 196 persen.

"Jadi, kalau kita lihat Juni tahun lalu ada di Rp6,3 triliun sampai peak-nya di Maret 2018 di Rp7,2 triliun. Sedangkan coverage kita sebenarnya turun dari 196 persen ke 183 persen di bulan lalu dan sekarang naik lagi ke 187 persen itu posisi kita sekarang," kata dia.

Sebagai informasi, sapanjang semester I-2018 perseroan berhasil membukukan laba bersih Rp11,4 triliun pada, tumbuh 8,4 persen yoy dari posisi Rp10,5 triliiun. Kenaikan laba itu disokong dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional laiinya yang meningkat 7,6 persen menjadi Rp29,5 triliun dari Rp27,4 triliun.

Jahja menuturkan, posisi neraca keuangan BCA tumbuh sehat dengan portofolio kredit meningkat 14,2 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp494 triliun serta dana giro dan tabungan (CASA) naik sebesar 12,7 persen yoy menjadi Rp481 triliun.

"BCA berhasil membukukan pertumbuhan kredit yang positif pada semester satu 2018, sejalan dengan kenaikan aktivitas bisnis nasabah selama periode perayaan Idul Fitri,” ujarnya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut