Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Analisis Dampak Perjanjian Tarif AS–Indonesia pada Neraca Perdagangan
Advertisement . Scroll to see content

Neraca Perdagangan Januari 2022 Catat Surplus Rp13,361 Triliun, Kontribusi Terbesar dari AS

Sabtu, 19 Februari 2022 - 17:09:00 WIB
 Neraca Perdagangan Januari 2022 Catat Surplus Rp13,361 Triliun, Kontribusi Terbesar dari AS
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. (Foto: dok Kemendag)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia, neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus sebesar 0,93 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp13,361 triliun pada Januari 2022. 

Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi, mengatakan surplus perdagangan pada Januari 2022, melanjutkan tren surplus yang terjadi sejak Mei 2020. 

“Di awal tahun ini, neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus perdagangan sebesar 0,93 miliar dolar AS. Hal ini sekaligus melanjutkan trens surplus neraca perdagangan sejak Mei 2020,” kata Mendag Lutfi, dalam keterangan, Sabtu (19/2/2022).

Dia menjelaskan, surplus perdagangan pada Januari 2022 ditopang surplus nonmigas sebesar 2,26 miliar dolar AS dan defisit migas senilai 1,33 miliar dolar AS.

Adapun kontribusi surplus perdagangan terbesar, berasal dari neraca perdagangan dengan Amerika Serikat (1,69 miliar dolar AS), Filipina (0,54 miliar dolar AS), dan Belanda (0,36 miliar dolar AS). 

Sementara defisit perdagangan terbesar, berasal dari Tiongkok (2,16 miliar dolar AS), Thailand (0,40 miliar dolar AS), dan Singapura (0,36 miliar dolar AS).

Di sisi lain, nilai ekspor Indonesia pada Januari 2022 tercatat sebesar 19,16 miliar dolar AS, turun 14,29 persen dibandingkan dengan Desember 2021 (MoM). 

Mendag mejelaskan, penurunan tersebut dipicu oleh menurunnya ekspor migas 17,59 persen dari 1,09 miliar dolar AS menjadi 0,90 miliar dolar AS. Demikian juga ekspor nonmigas yang turun 14,12 persen dari 21,27 miliar dolar AS menjadi 18,26 miliar dolar AS.

“Penurunan ini merupakan pola situasional ekspor Januari yang cenderung selalu lebih rendah dibanding Desember. Hal ini mengikuti pola musiman holiday blues, di mana pada tiga bulan pertama setiap tahunnya ada restocking dan pelambatan,” ungkap Mendag Lutfi.

Meski demikian, lanjutnya, ekspor di Januari 2022 mengalami peningkatan 25,31 persen dibandingkan dengan ekspor bulan Januari tahun lalu (YoY), yang dipicu oleh naiknya ekspor migas sebesar 1,96 persen dan ekspor nonmigas sebesar 26,74 persen.

“Kinerja ekspor Januari 2022 merupakan nilai ekspor awal tahun yang tertinggi selama ini. Hal ini merupakan pencapaian awal tahun yang menggembirakan bagi kinerja ekspor di bulan-bulan berikutnya,” tutur Mendag Lutfi.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut