Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Proyek Hilirisasi Batu Bara DME Groundbreaking 6 Februari 2026
Advertisement . Scroll to see content

MNC Energy Investments (IATA) Targetkan Produksi 7 Juta MT Batu Bara di 2024

Jumat, 08 September 2023 - 15:30:00 WIB
MNC Energy Investments (IATA) Targetkan Produksi 7 Juta MT Batu Bara di 2024
Presiden Direktur MNC Energy Investments Suryo Eko Hadianto dalam Public Expose IATA di Jakarta, Jumat (8/9/2023). (Foto: Dinar Fitra Maghiszha/MPI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) membidik produksi batu bara sebesar 7 juta metrik ton (MT) pada tahun 2024. Ekspektasi tersebut seiring pemulihan harga batu bara menjadi katalis positif bagi perseroan menatap rencana kerja tahun depan.

Presiden Direktur IATA Suryo Eko Hadianto menilai, fluktuasi harga batu bara saat ini merupakan hal yang wajar. Pihaknya optimistis, harga si emas hitam bakal terdongkrak tahun depan, bahkan lebih awal.

"Kami punya prediksi akhir tahun ini harganya akan membaik, angkanya seperti apa mungkin akan terkoreksi sedikit karena ada isu lingkungan dan sebagainya," ujar Suryo dalam Public Expose IATA di Jakarta, Jumat (8/9/2023).

Suryo menambahkan, pihaknya tengah fokus untuk mendorong efisiensi pertambangan demi memangkas sejumlah beban produksi. IATA berencana membangun conveyor untuk memindahkan batu bara ke tongkang agar lebih efisien, murah, dan tepat waktu.

Conveyor didesain memiliki kapasitas 1.000 ton per jam. Dengan adanya sistem ini, waktu pengisian batu bara (loading time) ke tongkang hanya berkisar selama 10 jam, dari 24 jam jika memakai mekanisme pengangkutan dengan truk. Selebihnya, hal ini juga akan memangkas biaya. operator.

Akhir tahun ini, IATA juga berniat untuk membuka satu tambang berstatus izin usaha pertambangan (IUP), yang diharapkan dapat memacu produksi batu bara.

"Conveyor ini akan mengurangi penggunaan truk yang beroperasi di pelabuhan. Kita tahu truk masih berbahan bakar minyak, yang tentu harga BBM juga fluktuatif," katanya.

Sebagaimana diketahui, untuk mengeksekusi rencana ini, IATA menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I dan Sukuk Wakalah Berkelanjutan I tahun 2023.

Melalui obligasi, perseroan membidik dana mencapai Rp1 triliun, dan Rp500 miliar untuk Sukuk Wakalah, sehingga total dana yang ditarget mencapai Rp1,5 triliun.

Selain untuk pengembangan infrastruktur tambang, surat utang korporasi ini juga akan digunakan untuk modal kerja (working capital), refinancing, hingga investasi terhadap PT Bhakti Coal Resources (BCR). Sementara dana dari Sukuk Wakalah bakal dialokasikan sepenuhnya untuk investasi di BCR.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut