MNC Bank Fokus Profit di 2018 dengan Manfaatkan Infastruktur dan Aset
JAKARTA, iNews.id – PT Bank MNC International Tbk optimistis menargetkan pertumbuhan organik pada 2018 di kisaran 10-15 persen. Adapun pertumbuhan kredit ditargetkan 15 persen yang didukung oleh pertumbuhan DPK kisaran 10-12 persen. Kinerja perseroan selama ini diganjar penghargaan sebagai salah satu bank dengan Reputasi Korporasi yang terbaik di 2017.
Presiden Direktur Bank MNC Benny Purnomo mengatakan fokus perseroan pada peningkatan profit di tahun depan. Selama tiga tahun yang lalu aset perseroan sudah meningkat 50 persen dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun. “Tahun depan kami fokus memanfaatkan infrastruktur dan aset yang ada untuk mendulang profit,” ujar Benny seusai menerima penghargaan sebagai Bank Dengan Reputasi Korporasi Terbaik dalam ‘Indonesia Best Corporate Reputation Award 2017’ di Jakarta, Kamis 14 Desember 2017.
Saat ini, perseroan memiliki modal inti sekitar Rp1,5 triliun atau bank dengan kategori buku II, juga terus membidik kenaikan kelas menjadi kategori buku III atau bank dengan modal inti Rp5-10 triliun, pada tiga hingga lima tahun ke depan.
Perusahaan menyiapkan berbagai strategi, termasuk right issues (penawaran umum berkelanjutan) secara rutin tiap tahunnya nanti, maupun akuisisi bank lain. Dia menyatakan, pemegang saham telah berkomitmen untuk menyuntikkan modal dan memasukkan rencana naik kelas ke buku III dalam Rencana Bisnis Bank (RBB). Untuk itu pihaknya juga terus berkolaborasi dengan MNC Kapital Indonesia, perusahaan sekuritas yang fokus menangani pasar modal demi mengeksplorasi sumber permodalan baru.
Di samping right issue, perusahaan terus menajajaki akusisi bank kecil dengan segmentasi pasar konsumer. Perusahaan akan mengambil alih bank tersebut terlebih dahulu, lalu dibersihkan dan dimerger dengan Bank MNC. "Rencana ini (akusisi) masih on the track ya selain rencana right issues. Tapi memang belum ketemu yang pas, kemarin ada yang nawarin mahal. Empat kali dari nilai bukunya,” kata Benny.
Kenaikan kelas juga akan diupayakan secara organik. Perusahaan yang masih fokus pada segmen konsumer, ritel dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ini akan mengoptimalkan layanan digital demi meraup pelanggan baru.
Menurut Benny, salah satu kunci kesuksesan perusahaan adalah reputasi, yang terbangun dari persepsi pemangku kepentingan eksternal maupun internal. Reputasi baik perusahaan akan menguntungkan bisnis lewat berbagai cara salah satunya dengan kepercayaan.“Reputasi itu tidak dibangun hanya sehari. Ini adalah hasil kerja keras kami selama tiga tahun setelah pengambilan alih dari bank lama dan kemudian bagaimana kami melayani masyarakat dengan baik melalui produk-produk, inovasi, melalui banyak karya sehingga masyarakat dapat dilayani dengan baik. Reputasi yang baik ini menjadi bahan bakar buat kami agar bisa melayani masyarakat dengan baik. Selain itu, gas untuk naik ke BUKU III dan itu sudah menjadi rencana 3-5 tahun ke depan,” tuturnya.
Penelitian ‘Indonesia Best Corporate Reputation Award 2017’ dilakukan oleh Marketing Research Indonesia (MRI) yang merupakan perusahaan riset independen di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan metode multistage random sampling pada enam kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Medan, Makassar, Semarang, dan Surabaya dengan total 2.000 sampel.
Editor: Ranto Rajagukguk