Mitratel Siapkan Belanja Modal Rp7 Triliun Tahun Ini
JAKARTA, iNews.id - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp7 triliun pada 2023. Dana ini untuk pengembangan usaha organik dan inorganik, salah satunya akuisisi menara telekomunikasi dan fiber optic.
Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko atau yang akrab disapa Teddy mengatakan, perusahaan memiliki rencana bisnis dengan mengoptimalkan berbagai peluang sepanjang tahun ini. Misalnya, memonetisasi aset menara tersebar di berbagai lokasi strategis di seluruh Indonesia.
“Kami juga telah menyiapkan model bisnis terbaru, yaitu Fiber to the Tower dan Power to the Tower, yang memberikan layanan bernilai tambah kepada operator telekomunikasi yang menjadi pelanggan Mitratel,” kata dia di Jakarta, Rabu (5/4/2023).
Menurutnya, kebutuhan menara telekomunikasi di Indonesia masih tinggi. Rata-rata satu menara telekomunikasi di Indonesia menjangkau populasi sebanyak 2.700 jiwa. Ini lebih tinggi dari negara ASEAN seperti Malaysia dan Thailand.
Hal ini menunjukkan dibutuhkan lebih banyak menara bagi operator telekomunikasi untuk memperluas jaringan dan layanan selulernya. Perusahaan pun optimistis menjaga pangsa pasar di industri menara telekomunikasi setelah perusahaan menguasai pangsa pasar sekitar 40 persen pada tahun lalu.
Anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk ini berencana mengembangkan ekosistem bisnis menara dengan menambah jumlah menara telekomunikasi, membangun fiber optic, serta infrastruktur pendukung lainnya. Ini diharapkan akan meningkatkan pendapatan dan laba bersih di periode mendatang.
Perseroan juga bersiap jika operator telekomunikasi (mobile network operator/MNO) berekspansi untuk memperluas layanan 5G. Teddy memproyeksikan penetrasi 5G pada 2025 sebesar 27,2 persen, lebih tinggi dari potensi penetrasi 5G 2024 mencapai 13,4 persen.
“Kami memiliki menara terbanyak di Indonesia dan lokasinya tersebar di seluruh Indonesia, yakni 58 persen menara tersebar di luar Pulau Jawa dan yang 42 persen di Pulau Jawa serta memiliki fiber optic sepanjang 16.641 km,” tutur dia.
Editor: Jujuk Ernawati