Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rumput Laut Pulau Panggang Bawa Peluang, BRI Bantu Mahdiah Kembangkan Dorula
Advertisement . Scroll to see content

Mimpi Salmi Bawa Terbang Resep Emak ke Pasar Global, Cangcomak Tumbuh Bersama BRI

Senin, 29 Juni 2026 - 23:41:00 WIB
Mimpi Salmi Bawa Terbang Resep Emak ke Pasar Global, Cangcomak Tumbuh Bersama BRI
Produk UMKM Cangcomak milik Salmi. (Foto: Rizky Agustian)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Setiap Lebaran, dapur rumah Salmi selalu lebih sibuk dari biasanya. Sang ibu akan mulai memanggang kacang, lalu melapisinya dengan cokelat hingga menjadi camilan.

Salmi tidak pernah berpikir resep tersebut suatu hari akan mengubah jalan hidupnya. Kacang cokelat itu pun tak lagi sekadar hidangan khas hari raya.

"Jadi setiap tahun cuma (dibuat) sekali, kacang cokelat. Kan autentik bikin sendiri, ya sudah kita bikin aja deh, kenapa gak dijual aja," ujar Salmi kepada iNews.id pada Selasa (23/6/2026).

Setelah kehilangan pekerjaan pada 2018 dan sempat menganggur, Salmi memutuskan menghidupkan resep tersebut. Dari dapur rumahnya di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, lahir Cangcomak, singkatan dari Kacang Cokelat Emak pada 2020.

Salmi mengolah resep tersebut dengan menyediakan tiga varian kacang, yakni kacang tanah, almond, dan kacang mede. Harganya dibanderol mulai dari Rp8.000 untuk kemasan ekonomis, hingga Rp30.000 dengan kemasan besar.

Omzet yang diperoleh pun cukup besar. Salmi mampu meraih sekitar Rp70 juta hingga Rp80 juta per tahun.

Salmi mengakui perjalanan Cangcomak tidak berhenti ketika produk berhasil dipasarkan. Tantangan berikutnya justru dimulai setelah usaha berjalan. 

Dia harus belajar membuat kemasan yang lebih menarik, menyusun laporan keuangan, memahami pemasaran digital, hingga membangun merek agar produknya bisa bersaing di tengah semakin banyaknya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Di tengah proses itulah dia mengenal Rumah BUMN BRI. Salmi bergabung pada 2021 dan mulai aktif mengikuti program-program pendampingan yang diselenggarakan.

"Setelah ikut berbagai macam pelatihan kita mulai tahu ada Rumah BUMN BRI. Dari 2021 udah ikut di situ," katanya.

Mulai Lirik Pasar Ekspor

Camilan yang dulu hanya dinikmati Salmi dan keluarganya perlahan menembus pasar yang lebih luas. Berbekal pendampingan Rumah BUMN BRI, Salmi tak lagi sekadar bermimpi menjual produknya di dalam negeri.

Dia mulai menyiapkan langkah agar warisan resep ibunya suatu hari bisa dinikmati konsumen di berbagai negara. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengikuti berbagai pelatihan Rumah BUMN BRI.

Rumah BUMN BRI kemudian menjadi tempat Salmi belajar mengembangkan usaha secara lebih terarah. Salah satu perubahan yang paling terlihat adalah wajah produk Cangcomak.

Salmi berpose dengan produk Cangcomak buatannya. (Foto: Rizky Agustian)
Salmi berpose dengan produk Cangcomak buatannya. (Foto: Rizky Agustian)

"Orang lain kemasannya masih pakai stiker, kalau Cangcomak itu udah cakep. Akhirnya dari BRI dikasih fasilitas kemasan gratis, standing pouch," tutur Salmi.

Manfaat terbesar yang dirasakannya dari program-program Rumah BUMN BRI bukan semata pada perubahan kemasan. Melalui berbagai pelatihan yang rutin diadakan Rumah BUMN BRI, dia mulai memahami banyak aspek penting dalam menjalankan usaha, mulai dari pemasaran digital, pengelolaan keuangan, hingga penguatan legalitas produk.

Menurut Salmi, materi yang diberikan selalu mengikuti perkembangan kebutuhan pelaku UMKM. Peserta pun bebas memilih kelas yang paling sesuai dengan tantangan usahanya.

"Kita tinggal pilih saja (pelatihan) apa yang kita butuhin nih, nah kita ikut. Misalkan AI, sekarang lagi rame apa nih, misalnya pelatihan laporan keuangan digital, nah kita ikut," ujarnya.

Kesempatan yang diperoleh semakin luas seiring keaktifannya mengikuti berbagai program. Salmi mengaku rutin menghadiri pelatihan, baik secara daring maupun luring. 

Dari situlah dia beberapa kali terpilih memperoleh fasilitas tambahan, termasuk pendampingan sertifikasi halal yang saat itu hanya diberikan kepada UMKM tertentu.

Rumah BUMN BRI juga membuka akses promosi yang lebih luas. Salmi berkesempatan memperkenalkan Cangcomak kepada pasar melalui berbagai pameran dan showcase, seperti Brilianpreneur dan Pesta Rakyat Simpedes. Kesempatan itu membantunya memperluas jaringan sekaligus mengenalkan produk kepada lebih banyak konsumen.

Kini, menurut Salmi, manfaat yang paling terasa setelah bergabung dengan Rumah BUMN BRI adalah semakin dikenalnya Cangcomak di tengah persaingan produk makanan ringan. Berbagai pelatihan yang terus diperbarui juga membuatnya bisa menyesuaikan strategi pemasaran dengan perkembangan teknologi.

"Pasti lebih dikenal, terus pelatihannya gratis. Misal training live TikTok, affiliate juga ada. Jadi sesuai sama yang kita butuhin. Bantu banget sih," katanya.

Dari Belajar Digital hingga Mempersiapkan Ekspor

Bekal yang diperoleh dari Rumah BUMN BRI kini membawa Salmi ke tahap berikutnya. Jika dulu dia hanya memikirkan bagaimana produknya laku dijual, kini dia mulai belajar bagaimana membawa Cangcomak menembus pasar internasional.

Melalui program pendampingan BRI bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag), Salmi menjadi salah satu pelaku UMKM yang mengikuti sekolah ekspor. Dia mengakui dunia ekspor semula terasa sangat asing. 

Salmi bahkan belum memahami bagaimana mekanisme pembayaran, pengiriman barang, hingga penyusunan dokumen yang dibutuhkan.

"Ini lagi disekolahin ekspor sama BRI. Jadi BRI kerja sama dengan Kemendag, itu kayak UMKM terpilih diajak perkenalan ekspor," ujarnya.

Pada tahap awal, peserta diperkenalkan pada dasar-dasar ekspor. Setelah memahami fondasinya, materi pelatihan berkembang menjadi lebih teknis, mulai dari menghitung biaya logistik, menentukan harga jual, hingga memperkirakan daya tahan produk selama proses pengiriman ke luar negeri.

"Kalau sekarang tuh advance, lebih spesifik. Kayak cara ngitung perhitungannya, instrumen biaya kirim. Kalau dijual berapa. Harus disiapkan. Terus kalau makanan baiknya tahan berapa lama," katanya.

Ilmu yang diperoleh mulai membuka peluang baru. Produk Cangcomak telah diperkenalkan kepada calon pembeli dari Singapura, Malaysia, Rusia, Korea Selatan, hingga Australia melalui berbagai showcase. 

Bahkan, salah satu calon pembeli dari Rusia sudah meminta rincian penawaran harga.

"Rusia sih kemarin, tapi belum follow up lagi. Udah minta penawaran, dia minta dibreakdown soal harga, harga LCL (less container load) berapa, harga FCL (full container load) berapa, (kontainer) 20 feet berapa. Tapi belum (follow up). Mereka di sana emang lagi nyari cashew, pas banget," ujarnya.

Cangcomak Tumbuh Bersama Kepercayaan Pelanggan

Keseriusan Salmi membangun Cangcomak tak hanya terlihat dari kemasan yang semakin profesional atau peluang ekspor yang mulai terbuka. Berbagai pembenahan yang dilakukannya juga berbuah pada kepercayaan pelanggan.

Salah satunya datang dari Tania, warga Kelapa Gading. Dia mengenal Cangcomak melalui media sosial sebelum akhirnya memutuskan membeli produk tersebut. 

Menurutnya, Cangcomak menawarkan sensasi yang berbeda dibanding camilan cokelat pada umumnya karena rasa kacangnya tetap menjadi karakter utama.

"Dia kan cokelatnya enggak begitu banyak, tapi masih ngacang aja. Menarik aja sih konsepnya. Cokelatnya enggak tebal ya dan enggak terlalu manis jadi saya suka banget," kata Tania.

Kesan positif itu membuatnya kembali membeli Cangcomak. Bahkan, camilan tersebut kini menjadi salah satu menu pelengkap sarapan yang rutin dia konsumsi.

"Ternyata cocok dimakan buat sarapan. Saya biasanya sarapan pakai yoghurt, dicampur sama yoghurt tuh enak. Terus pernah juga coba dicampur sama susu, enak. Bahkan digado juga enak. Jadi puas sih selama ini, oke banget. Rasanya enak, cokelatnya light, dan sehat juga kayaknya ya karena kacang," ujarnya.

Pengalaman itu pula yang mendorong Tania merekomendasikan Cangcomak kepada orang-orang di sekitarnya. Dia bahkan beberapa kali membawa produk tersebut ke kantor agar rekan-rekannya ikut mencicipi.

"Sudah, aku sudah rekomendasiin, dibawa ke kantor mereka coba katanya enak. Ya sudah aku kasih akun TikTok-nya," katanya.

Langkah Nyata BRI Dorong Pemberdayaan UMKM

Perjalanan sukses Cangcomak mencerminkan bagaimana intervensi Rumah BUMN BRI mampu mengubah peta bisnis pelaku usaha mikro. Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan kehadiran Rumah BUMN berperan krusial dalam menjembatani para pelaku usaha untuk naik kelas melalui peningkatan kompetensi, perluasan jaringan, dan pembukaan akses pasar baru.

Langkah ini, lanjut Dhanny, merupakan wujud nyata BRI dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif. Untuk merealisasikannya, BRI kini telah membina 54 Rumah BUMN di seluruh Indonesia dengan total pelaksanaan pelatihan mencapai lebih dari 18.218 sesi guna mengasah daya saing UMKM.

"Pemberdayaan yang terarah dan integrasi teknologi digital menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan. Sangat membanggakan melihat para pengusaha kecil yang dulunya hanya mengandalkan penjualan lokal, sekarang bisa berselancar di pasar online hingga menembus pasar ekspor," ujar Dhanny.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut