Mentan Pede RI Akan Swasembada Pangan dengan 10 Juta Hektare Lahan Potensial
JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman optimistis Indonesia mampu mencapai swasembada pangan. Tidak hanya itu, dia juga yakin Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia.
Menurutnya, saat ini masih banyak lahan potensial yang belum tergarap maksimal di Indonesia. Bahkan menurut Amran, setidaknya Indonesia masih punya 10 juta hektare lahan potensial untuk pertanian.
“Ada 10 juta hektare lahan berupa rawa yang bisa kita sulap menjadi lahan produktif. Kalau kita bisa tambahkan itu, Indonesia bahkan bisa menjadi lumbung pangan dunia,” ujar Amran dalam keterangan tertulisnya dikutip, Sabtu (4/11/2023).
Untuk bisa mencapai swasembada, pertanian Indonesia perlu beralih dari cara tradisional menjadi modern. Amran menuturkan, modernisasi bisa dilakukan bila petani mampu memanfaatkan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang tepat guna.
Menko Airlangga Bertemu Mentan Brasil, Bahas Peluang Kerja Sama Pertanian dan Peternakan
"Kita tidak akan bisa memanfaatkan 10 juta hektare lahan tadi kalau kita hanya menggunakan cara-cara tradisional. Karena itu, kita perlu masifkan penggunaan alsintan. Traktor, drone untuk menebar benih, transplanter, dan alsintan lainnya harus kita gunakan untuk tingkatkan produktivitas,” kata dia.
Amran turut menyebutkan persoalan pupuk juga menjadi salah satu yang menjadi perhatiannya. Saat ini, penggunaan kartu tani kurang efektif karena banyak petani yang tidak bisa menggunakannya.
“Selama seminggu ini kami pelajari, ternyata banyak petani yang tinggal di pegunungan atau pedalaman yang kartu taninya tidak bisa digunakan. Karena itu, semoga dalam satu atau dua hari ke depan, kami bisa keluarkan peraturan bahwa hanya dengan KTP, petani bisa mengakses pupuk subsidi,” ucapnya.
Top! Gaji dan Tunjangan Mentan Amran Sulaiman Akan Diberikan ke Yatim Piatu
Amran pun mengungkapkan bahwa untuk mewujudkan swasembada pangan membutuhkan kebijakan yang tepat. Bila penanganannya salah, maka akibatnya akan fatal.
“Pertanian kita tidak akan maju bila kita menggunakan cara-cara yang tidak biasa. Maka banyak peraturan yang harus kita bongkar agar semua (pelaku pertanian) bisa bergerak lebih cepat,” ujar Amran.
Editor: Aditya Pratama