Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Arti Dissenting Opinion dalam Putusan MK 
Advertisement . Scroll to see content

Mendengar Kehidupan Guru Honorer, Ganjar Mau Prioritaskan Kesejahteraan

Senin, 25 Desember 2023 - 20:41:00 WIB
Mendengar Kehidupan Guru Honorer, Ganjar Mau Prioritaskan Kesejahteraan
Ganjar mau prioritaskan kesejahteraan guru honorer
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ganjar Pranowo kembali menginap di rumah warga di sela safarinya ke sejumlah daerah di Indonesia. Kali ini, Capres nomor urut 3 itu menginap di rumah Candra Febriyanti, seorang guru honorer di Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, Sragen, Minggu (25/12/2023).

Kebiasaan bermalam di rumah warga memang sudah dilakukan Ganjar sejak menjabat Gubernur Jawa Tengah dua periode. Selain sikap merakyat, Ganjar ingin menyerap aspirasi warga secara langsung. 

Ganjar Pranowo mengaku selalu mendapat aspirasi saat bertemu langsung dengan warga, salah satunya saat menginap di rumah warga. 

"Soal honorer tadi karena tidak lolos seleksi PPPK. Tapi kesejahteraan guru memang harus diperhatikan," ujarnya. 

Ganjar menegaskan bahwa salah satu prioritas Ganjar-Mahfud adalah kesejahteraan guru. Ganjar akan menaikkan gaji guru minimal setara UMK. Kebijakan ini ditetapkan Ganjar pada guru honorer SMA/SMK/SLB yang jadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. 

"Dulu guru honorer SMA juga kecil, ketika saya jadi gubernur dan kewenangan ditarik ke provinsi, gaji saya setarakan UMK. Sekarang PR nya honorer SD SMP, harus kita setarakan juga agar lebih sejahtera," ucap Ganjar. 

Bahkan Ganjar berangan-angan gaji guru seharusnya minimal Rp10 juta. "Kalau gaji guru tinggi, lulusan terbaik akan berlomba jadi guru dan kualitas pendidikan kita akan semakin meningkat," tuturnya.

Seperti halnya Candra Febriyanti yang menceritakan nasibnya sebagai guru honorer di SDN Karangmalang, Kecamatan Masaran. 

Febri sudah lima tahun mengabdi menjadi guru agama dan hanya bergaji Rp300.000 per bulan. Angka yang masih jauh dari harapannya sebagai pendidik. 

"Saya itu guru hinorer di SD, dan sempat ikut seleksi PPPK tapi tidak lolos. Gajinya tidak cukup buat beli bensin," kata Febri kepada Ganjar. 

Menurutnya, seleksi PPPK tidak memprioritaskan guru yang telah lama mengabdikan diri untuk mengajar. 

"Yang sudah lama mengabdi kalah sama yang baru. Kami ingin ada prioritas kepada yang sudah lama mengabdi," kata dia.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut