Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : KPK Lacak Asal-usul Aset Ridwan Kamil yang Belum Dilaporkan ke LHKPN
Advertisement . Scroll to see content

Laba BNI Naik 232 Persen di 2021, Capai Rp10,89 Triliun

Rabu, 26 Januari 2022 - 15:22:00 WIB
Laba BNI Naik 232 Persen di 2021, Capai Rp10,89 Triliun
BNI mencatatkan laba bersih senilai Rp10,89 triliun sepanjang 2021. Angka tersebut meningkat 232,2 persen year on year dibanding tahun 2020. (foto: dok. iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatatkan laba bersih senilai Rp10,89 triliun sepanjang 2021. Angka tersebut meningkat 232,2 persen year on year (yoy) atau tiga kali lipat dari laba yang diperoleh pada 2020.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, kinerja BNI 2021 tercatat membaik, di mana laba bersih mampu melampaui ekspektasi pasar. Pencapaian tersebut dihasilkan dari Pendapatan Operasional Sebelum Pencadangan atau Provisioning Operating Profit (PPOP) yang tumbuh 14,8 persen, sehingga PPOP mencapai Rp31,06 triliun.

"Pencapaian ini bahkan menjadi yang tertinggi yang pernah dihasilkan BNI, lebih tinggi dari pendapatan operasional sebelum pandemi," ujar Royke dalam Public Expose BNI secara virtual, Rabu (26/1/2022).

Selain itu, laba bersih bank 'bank only' tumbuh menjadi Rp10,68 triliun per Desember 2021, dari tahun sebelumnya Rp2,75 triliun. Namun, pendapatan bunga secara konsolidasian menjadi Rp50,02 triliun, turun dari tahun sebelumnya sebesar Rp56,17 triliun.

Adapun beban bunga konsolidasian merosot menjadi Rp11,77 triliun dari sebelumnnya Rp19,02 triliun. Alhasil, pendapatan bunga bersih BBNI pada tahun 2021 sebesar Rp38,24 triliun, meningkat dari 2020 senilai Rp37,15 triliun.

Dari sisi penyaluran kredit, BNI mencatatkan kinerja sebesar Rp582,43 triliun pada 2021. Capaian ini naik 5,30 persen dari periode yang sama tahun lalu sejumlah Rp553,10 triliun.

"Peningkatan pendapatan operasional bank dihasilkan dari pertumbuhan kredit yang sehat sebesar 5,3 persen year on year, net interest margin di level 4,7 persen, serta pendapatan berbasis komisi fee based income yang pada akhir 2021 tercatat 12,8 persen yoy." kata dia.

Adapun non perfoming loan (NPL) gross BBNI tercatat menurun menjadi 3,70 persen dibandingkan periode 2020 sejumlah 4,25 persen. NPL net BBNI ikut merosot sebesar 0,73 persen dari 0,95 persen.

Sementara dari sisi total aset BNI hingga Desember 2021, tumbuh secara signifikan menjadi Rp964,83 triliun, dibandingkan Desember 2020 sebesar Rp891,33 triliun.

Rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) BBNI juga kian longgar menjadi 79,71 persen dari periode yang sama di tahun 2020 di level 87,28 persen.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut