Kunjungi Turki, Menteri Basuki Tawarkan 9 Proyek Jalan Tol
ISTANBUL, iNews.id - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengajak investor Turki untuk berinvestasi pada proyek infrastruktur di Indonesia.
Dalam kunjungan ke Turki, Menteri Basuki menawarkan 9 proyek jalan tol dan 1 proyek bedungan, yang masuk dalam kategori Public Private Partnership (PPP) senilai 9,2 juta dolar Amerika Serikat (AS).
Dalam pertemuan bilateral, Menteri Basuki menjelaskan, dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo, pembangunan infrastruktur merupakan prioritas utama, baik di bidang konektivitas, sumber daya air dan perumahan.
Untuk membangun proyek infrastuktur, diperlukan anggaran sebesar 430 juta dolar AS, di mana hanya 30 persennya atau 129 juta dolar AS yang bisa dibiayai APBN.
“Untuk menutupi 70 persen gap keuangan, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan beberapa kebijakan agar tetap kompetitif dan menarik seperti skema pembiayaan kreatif jalan tol dan insentif pajak untuk penanaman modal baru,” kata Menteri Basuki, dalam keterangan yang dikutip Sabtu(6/11/2021).
Dia menjelaskan, terdapat 24 proyek baik yang bersifat solicited dan unsolicited senilai 19 juta dolar AS, di mana terdapat 10 proyek PPP, yang siap ditawarkan senilai US 9.2 juta.
Ke-10 proyek PPP tersebut terdiri dari 9 proyek jalan tol dan 1 proyek bendungan. Adapun 9 proyek jalan tol yang akan dibangun, antara lain :
1. Jalan Tol Semanan-Balaraja sepanjang 32,7 km
2. Jalan Tol Sentul Selatan-Karang Barat sepanjang 61,5 km
3. Jalan Tol Sukabumi-Ciranjang sepanjang 26 km
4. Jalan Tol Ciranjang-Padalarang sepanjang 28 km
5. Jalan Tol Malang-Kepanjen 29,7 km
6. Jalan Tol Kamal-Teluk Naga-Rajeg 28,6 km
7. Jalan Tol Semarang harbour 20,8 km
8. Jalan Tol Bogor-Serpong 31 km
9. Jalan Tol Cikunir-Karawaci Elevated 40 km
Sementara untuk proyek bendungan meliputi Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Mini Hidro di Bendungan bintang Bano, Nusa Tenggara Barat. Namun tetap terbuka untuk proyek infrastruktur lainnya.
Dia mengungkapkan, melalui Undang-Undang Cipta Kerja, terbuka kesempatan lebih besar bagi pengusaha Turki untuk berinvestasi di bidang infrastruktur di Indonesia. Saat ini nilai investasi antara Indonesia-Turki mencapai 1,5 juta dolar AS.
“Terdapat banyak potensi investasi antara Indonesia dan Turki. Kami mendorong para kontraktor dan konsultan Turki untuk berinvestasi di berbagai sektor infrastruktur baik melalui skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU), maupun Engineering, Procurement, Construction (EPC),” ujar Menteri Basuki.
Dia menambahkan, terdapat dua platform yang bisa digunakan pengusaha Turki untuk masuk berinvestasi di sektor infrastruktur. Pertama sebagai Perseroan Terbatas Milik Asing dan kedua sebagai badan Usaha Jasa Konstruksi Asing.
“Kami menyadari bahwa perusahaan konstruksi Turki termasuk salah satu yang terbaik di dunia dengan keahlian dan pengalaman yang kaya di bidang perumahan dan konstruksi jalan, jembatan serta terowongan, bahkan dalam membangun ibukota baru di Nur Sultan, Kazakhstan. Saya berharap pengusaha Turki dapat berpartisipasi dalam program pembangunan infrastruktur di Indonesia,” tutur Menteri Basuki.
Editor: Jeanny Aipassa