KPIG Kebut Pengembangan KEK MNC Lido City, Siap Jadi Mesin Pertumbuhan
JAKARTA, iNews.id - PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) terus mempercepat pengembangan kawasan pariwisata terpadu MNC Lido City atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido yang menjadi proyek utama dan diproyeksikan menjadi sumber pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Chief Financial Officer MNC Tourism Indonesia, Edi Yanto mengatakan, pengembangan kawasan tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat bisnis pariwisata, hospitality, hingga properti premium dalam satu ekosistem terintegrasi.
"KEK Lido sendiri itu kita punya 1.040 hektare, kita dapat KEK dari tahun 2022. Kita punya sisa land bank itu kira kira 2.000 hektare, sehingga masih bisa pengembang kedepannya. Batch pertama kita kerjakan 1.040 hektare sampai 10 tahun ke depan," ucap Edi dalam acara Investor Gathering dan Corporate Forum 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Kawasan KEK MNC Lido City memiliki luas sekitar 1.040 hektare dari total pengembangan kawasan Lido City yang mencapai sekitar 3.000 hektare. Status KEK memberikan berbagai insentif fiskal bagi investor, termasuk pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), hingga fasilitas tax holiday.
KPIG Topping Off Trump International Golf Club Lido dan Groundbreaking Private Clubhouses Tahap 2 di KEK MNC Lido City
Menurutnya, insentif tersebut menjadi daya tarik utama bagi investor yang ingin berinvestasi di sektor pariwisata dan industri kreatif di kawasan tersebut. Selain itu, KEK juga memberikan kemudahan nonfiskal seperti layanan perizinan terpadu, kepemilikan asing hingga 100 persen untuk sektor tertentu, serta percepatan proses pengurusan hak atas tanah.
"KEK itu kita punya benefit, ada benefit fiskal ada benefit non fiskal. Ini banyak yang free, PP free, tax holiday, dan lain sebagainya," ucapnya.
Sambut Ramadhan, Program Peduli Masjid KEK MNC Lido City Berlanjut di Masjid Al Hidayah Bogor
Dia menjelaskan, salah satu proyek unggulan yang sedang dikembangkan di kawasan tersebut adalah Trump International Resort Lido yang mencakup lapangan golf championship, hotel mewah, serta kawasan residensial premium.
Program Peduli Masjid KEK MNC Lido City Berlanjut ke Masjid Nurul Huda Bogor
Lapangan golf di kawasan ini dirancang oleh pegolf dunia Ernie Els dan telah beroperasi penuh dengan fasilitas lifestyle country club serta private clubhouse. Selain itu, proyek ini juga mencakup pengembangan Trump Residences Lido yang terdiri dari 758 unit hunian serta 180 unit kondominium premium yang berada di sekitar kawasan golf.
Sementara untuk memperkuat daya tarik wisata, perseroan juga tengah mengembangkan amusement park berskala internasional yang akan menjadi salah satu theme park terbesar di Indonesia.
KEK MNC Lido City Lanjutkan Program Peduli Masjid di Masjid Attaqwa Cigombong
Theme park tersebut akan memiliki enam zona tematik, dilengkapi dengan berbagai wahana permainan, pertunjukan hiburan, restoran, serta area ritel.
Selain itu, MNC Tourism juga mengembangkan fasilitas Movieland, yaitu kompleks produksi film independen pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan fasilitas produksi film terpadu dari tahap pengambilan gambar hingga pascaproduksi. Kawasan ini juga memiliki venue konser outdoor berskala besar LMAC Music ForAll Fest yang mampu menampung hingga sekitar 50.000 pengunjung.
Selain proyek di Lido, MNC Tourism juga mengembangkan berbagai proyek pariwisata lain seperti resort terpadu di Bali serta hotel premium di Jakarta dan Surabaya. Beberapa portofolio hospitality perseroan antara lain Park Hyatt Jakarta, Oakwood Hotel & Residence Surabaya, serta sejumlah properti perhotelan dan perkantoran yang dikelola melalui unit property management.
Edi mengatakan portofolio tersebut ditargetkan mampu memberikan kontribusi pendapatan berulang bagi perusahaan melalui tingkat okupansi yang tinggi serta permintaan pasar yang stabil.
Editor: Aditya Pratama