Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Harga Minyak Mentah RI ICP Turun Jadi 66,07 Dolar AS per Barel
Advertisement . Scroll to see content

Konflik Palestina-Israel Disebut Beri Pengaruh ke Harga Minyak Mentah 

Selasa, 10 Oktober 2023 - 21:48:00 WIB
Konflik Palestina-Israel Disebut Beri Pengaruh ke Harga Minyak Mentah 
Konflik antara Palestina-Israel disebut akan mempengaruhi harga minyak mentah dunia. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Konflik Palestina-Israel disebut akan mempengaruhi harga minyak mentah dunia. Industri & Regional of Chief Economist Bank Mandiri, Ahmad Zuhdi menuturkan, meski berpengaruh, namun harga minyak mentah diprediksi tidak akan melonjak signifikan.

"Tapi (sentimen positif) tersebut tidak besar. Karena permintaan minyak dunia dalam kondisi menurun karena adanya peningkatan dan kenaikan indeks dolar," ujar Ahmad saat dihubungi iNews.id, Selasa (10/10/2023). 

Ahmad menambahkan, faktor lainnya yang akan mempengaruhi harga minyak mentah adalah pemulihan ekonomi China yang saat ini sedang terhambat. Selain itu, dia menambahkan, dampak yang lebih besar pun bisa terjadi apabila perang ini merembet ke negara lain seperti Iran dan Amerika Serikat (AS).

"Sejauh ini tidak ada dampak ke sektor lain yang berarti," katanya.

Lebih lanjut, Ahmad berspekulasi bahwa Iran bisa saja memberikan tekanan ke Selat Hormuz. Apabila hal itu terjadi, maka lalu lintas kapal pengangkut minyak bisa terhambat. 

Sebagai informasi, Terusan Suez dan Selat Hormuz merupakan fitur yang berdekatan dengan kawasan Palestina adalah Terusan Suez dan Selat Hormuz. Terusan Suez merupakan perairan internasional tersibuk di dunia dan selat Hormuz merupakan jalur vital pengiriman energi global yang meliputi seperenam produksi minyak dan seperti gas alam cair. 

Iran merupakan negara yang memiliki power di Selat Hormuz yang dicurigai memiliki andil dalam serangan Hamas yang terjadi pada Sabtu (7/10/2023) lalu.

Namun, Ahmad memperkirakan, meskipun dalam jangka pendek minyak dunia akan mengalami kenaikan harga namun tidak melebihi level 95 dolar AS per barel. 

"Kami melihat tidak akan lebih dari 95 dolar AS per barel," ucapnya. 

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut