Kisah Petani Sukses Lulusan SMK, Hasilkan Ratusan Juta Rupiah Sekali Panen
JAKARTA, iNews.id - Kisah petani sukses lulusan SMK kali ini datang dari Ujang Solehudin. Meski hanya lulus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dia sukses menjadi petani cabai milenial.
Penghasilannya pun mencapai ratusan juta rupiah. Dalam sekali panen, omzetnya pernah tembus Rp400 juta.
Bagimana kisah sukses petani lulusan SMK Ujang Solehudin? Simak ceritanya yuk!
Pemuda 21 tahun itu sempat bekerja di salah satu perusahaan sebelum akhirnya terjun menjadi petani hortikultura di kampungnya. Menjadi petani pun dipilih karena dia lulusan SMK jurusan pertanian dan orang tuanya juga petani.
"Waktu bekerja, saya memutuskan keluar, terus saya pulang kampung. Sesudah di kampung saya bingung mau kerja apa. Kebetulan saya waktu sekolah SMK mengambil jurusan pertanian ditambah lagi orang tua bekerja sebagai petani, akhirnya saya memutuskan untuk bertani," kata Ujang dikutip dari YouTube Naik Kelas, Rabu (1/2/2023).
Kisah Sukses Chef Renatta Moeloek, Gagal Kerja di Selandia Baru Kini Terkenal di Indonesia
Menurutnya, omzet terbesarnya pernah mencapai Rp400 juta dalam satu kali panen. Itu dihitung dari harga jual cabai sebesar Rp20.000 dikali dengan kuantitas cabai yang diproduksi sebanyak 20 ton, dan hasilnya Rp400 juta. Pendapatan tersebut belum dikurangi dengan belanja modal Rp100 juta untuk pembelian bibit cabai, dan ongkos menanam.
"Jadi Rp400 juta dikurangi modal Rp100 juta, bersihnya Rp300 juta, itu per 7 bulan," ujarnya.
Kisah Sukses Pengusaha Skincare Beromzet Miliaran Sebulan meski cuma Lulusan SD
Menurutnya, komoditas cabai di Indonesia cukup menjanjikan untuk dibudidayakan. Pasalnya, permintaan di pasar cukup tinggi, sedangkan suplai dari dalam negeri masih kurang.
"Cabai merupakan salah satu komoditas bahan pangan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Saat ini memegang peranan penting dalam lapisan masyarakat. Contohnya sebagai pemberi rasa penyedap rasa dan lainnya. Ini alasan saya menanam cabai karena memiliki harga yang lumayan tinggi di pasaran dan potensi nilai ekonomis yang tinggi di pasar," tutur Ujang.
Kisah Sukses Mantan Preman Jadi Petani, Dulu Suka Judi dan Minum-minuman
Ke depan, dia berharap makin banyak anak muda yang tertarik menjadi petani milenial. Menurutnya, untuk mendapatkan uang tidak harus berpakaian rapi dan datang ke kantor setiap hari karena bertani memiliki prospek bisnis yang menjanjikan ke depannya.
"Untuk harapan petani muda semangat, jangan pantang menyerah. Kalian merupakan ujung tombak regenerasi petani di masa yang akan datang untuk penyedia bahan pangan dan jangan pernah menyerah. Kalau bukan kita siapa lagi?" ujarnya.
Kisah Sukses Petani Milenial Majalengka Budi Daya Jambu Kristal, Sekali Panen Raup Rp1,2 Miliar
Dia pun membeberkan kunci sukses menjadi petani. Menurutnya, yang pertama adalah menjalankan salat lima waktu, kedua sayangi orang tua dan juga sedekah. Selain itu, juga ubah pola pikir dan belajar keahlian baru.
"Untuk anak-anak generasi muda sekarang ubah pola pikir, jangan stuck di situ-situ saja, mumpung kalian masih muda, kembangkan bakat dan asah ke skill baru," ucap Ujang.
Demikian kisah petani sukses lulusan SMK Ujang Solehudin, yang mengantongi omzet hingga ratusan juta rupiah sekali panen. Semoga menginsipirasi generasi muda untuk tidak memandang sebelah mata profesi petani.
Editor: Jujuk Ernawati