Kisah Pendiri Nestle, Ahli Farmasi yang Memulai Bisnis dari Makanan Bayi
VEVEY, iNews.id - Nestle merupakan salah satu perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia. Perusahaan multinasional ini berbasis di Vevey, Swiss.
Lantas, siapa pendiri Nestle?
Dilansir dari laman resminya, pendiri Nestle adalah seorang ahli farmasi asal Jerman bernama Henri Nestle. Dia lahir pada 10 Agustus 1814 di Frankfurt, Jerman.
Henri merupakan anak ke-11 dari 14 bersaudara dari keluarga pengusaha produsen kaca. Pada usia 17 tahun, dia magang di apotek tempatnya belajar cara meracik obat. Setelah itu, dia bermigrasi dan menetap di Vevey, Swiss.
Kisah Sukses Pemilik Louis Vuitton, Orang Terkaya di Dunia Berharta Rp3.200 Triliun
Awalnya dia bekerja memproduksi minyak nabati. Lalu memproduksi dan menjual air soda, limun, hingga pupuk.
Baru pada 1860-an, dia melakukan eksperimen dengan makanan bayi karena dia menyaksikan tingginya angka kematian bayi pada saat itu. Pada 1867, dia menciptakan produk pertama bernama Farine Lactee, yang merupakan kombinasi bergizi dari susu sapi, tepung gandum, dan gula.
Kisah Sukses Pendiri J&T Express, Tenyata Mantan CEO Oppo Indonesia
Tujuannya membuat produk tersebut sangat mulia, yakni untuk menyedikan makanan sehat dan terjangkau bagi bayi yang tidak bisa disusui ibunya dan demi mengatasi tingginya angka kematian bayi.
Sejak saat itu, Henri menggunakan logo sarang burung yang menjadi ikon Nestle sampai sekarang. Dalam beberapa tahun berikutnya, produk Farine Lactee dipasarkan dan dijual di Eropa dan Amerika Serikat.
Kisah Sukses Pendiri Mayora, Lulusan Kedokteran Jadi Pengusaha Masuk Daftar Orang Terkaya RI
Nestle hadir di Indonesia melalui impor susu kental manis Milkmaid atau yang kemudian dikenal dengan nama Tjap Nona pada 1873. Sementara pada 1875, Henri menjual perusahaan dan pabriknya kepada tiga pengusaha lokal, namun pemilik baru tetap mempertahankan namanya. Henri meninggal karena serangan jantung pada 1890.
Sementara pada 1905, Nestle bergabung dengan Anglo-Swiss Condensed Milk Company untuk membentuk apa yang sekarang dikenal sebagai Nestle Group. Dalam perjalanannya, Nestle mengembangkan produk lain dan mengakuisisi sejumlah perusahaan.
Kisah Sukses Pendiri JNE Djohari Zein, Mualaf Rajin Sedekah yang Mulai Bisnis sejak Sekolah
Pada akhir 1920-an, Nestle mengakuisisi Calliet, Peter dan perusahaan cokelat Swiss Kohler. Setelah itu, cokelat menjadi salah satu utama bisnis perusahaan.
Pada 1938, Nestle meluncurkan produk kopi pertama, Nescafe. Kopi ini menjadi salah satu produk Nestle yang paling sukses.
Setelah itu, Nestle terus mengakuisisi perusahaan makanan, minuman, es krim, hingga perawatan hewan peliharaan. Inovasi, merger, dan akuisisi yang terus-menerus dilakukan membuatnya menjadi pemimpin pasar dan perusahaan telah mendiversifikasi kategori kesehatan, kecantikan, dan kebugaran.
Nestle saat ini memiliki lebih dari 2.000 merek mulai dari ikon global hingga produk favorit. Dan Nestle sekarang ada di 191 negara di seluruh dunia.
Di Indonesia, Nestle berkembang pesat hingga mendorong Nestle Indonesia membuka pabrik di sejumlah wilayah Indonesia, yakni pabrik di Panjang (Lampung), Karawang (Jawa Barat), Kejayan (Jawa Timur) dan Jawa Tengah.
Beberapa produk Nestle yang diproduksi di dalam negeri, yakni susu, makanan dan minuman dengan merek seperti Dancow, Nescafe, Milo, Nestlé Cerelac, Bear Brand, KitKat, Carnation, Milkmaid, serta berbagai produk minuman siap saji lainnya.
Editor: Jujuk Ernawati