Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cuma Hari Ini! Promo ShopeeFood Deals Mulai dari Rp1 di HokBen hingga Diskon Lainnya!
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Hendra Arifin, Pendiri HokBen yang Restonya Dianggap Milik Jepang

Jumat, 26 Agustus 2022 - 21:30:00 WIB
Kisah Hendra Arifin, Pendiri HokBen yang Restonya Dianggap Milik Jepang
Kisah pendiri restoran ala Jepang HokBen, yang ternyata asli Indonesia. Foto: hokben.co.id
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kisah Hendra Arifin dalam mendirikan HokBen, restoran yang menjual makanan khas Jepang begitu inspiratif. Di tangannya, HokBen menjadi salah satu nama restoran yang sangat terkenal di Indonesia dengan menu-menu lezat yang ditawarkan. 

HokBen bahkan bisa dijumpai di hampir seluruh daerah di Indonesia. Kesuksesan restoran ini membuat banyak orang awalnya berpikir bahwa HokBen merupakan milik orang Jepang.

Lantas, bagaimana kisah Hendra Arifin dalam membangun HokBen? Simak ulasannya berikut ini.

Kisah Hendra Arifin mendirikan Hokben

Hendra Arifin memiliki ide untuk mendirikan perusahaan sendiri saat masih bekerja sebagai seorang karyawan di sebuah perusahaan multinasional. Ia pun memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya untuk mewujudkan mimpinya tersebut.

Awalnya, keputusannya keluar dari pekerjaan yang telah ia tekuni selama 13 tahun itu  ditentang oleh keluarga dan rekan-rekannya. Namun dengan tekad yang bulat, Hendra Arifin tak ragu untuk keluar dari pekerjaannya yang cukup mentereng tersebut.

Ia lalu berencana membuka bisnis kuliner yang menjual makanan khas Jepang karena masih minimnya restoran cepat saji ala negeri sakura di Indonesia. Ide bisnisnya tersebut terinspirasi dari kebiasaan orang Jepang yang lebih memilih membawa bekal dari rumah dibandingkan dengan membeli di restoran saat makan siang.

Bekal yang dibawa oleh orang Jepang biasanya adalah nasi kotak yang kerap disebut ‘bento’. Dari situlah, Hendra Arifin ingin menjual makanan berupa nasi kotak seperti bekal makan siang orang-orang Jepang.

Tak tanggung-tanggung, ia bahkan terbang ke Jepang untuk mempelajari cara membuat bento. Sebelum akhirnya pulang, Hendra Arifin membeli merek Hoka Hoka Bento, dimana perusahaan tersebut kini sudah tidak beroperasi di Jepang.

Tepat pada 18 April 1985, Hendra Arifin membuka Hoka Hoka Bento di Jakarta dengan gerai pertamanya berada di Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Hoka Hoka Bento sendiri memiliki arti sebagai makanan bekal yang masih hangat.

Konsep awal dari restoran Hoka Hoka Bento adalah take-away, tanpa dine-in atau makan di tempat. Namun seiring berjalannya waktu, restoran ini menyediakan layanan dine-in menyesuaikan kebiasaan orang-orang Indonesia yang lebih gemar makan di tempat.

Sukses di Jakarta, Hendra Arifin membuka cabang pertama Hoka Hoka Bento di Bandung pada tahun 1990. Melihat bisnis kulinernya semakin melejit, ia pun memperluas jaringan dengan membuka cabang di Surabaya, Sidoarjo, dan Malang

Pabriknya bahkan tersebar di sejumlah daerah, seperti Ciracas, Bogor, Yogyakarta hingga Surabaya. Namun meskipun telah begitu besar, Hendra Arifin enggan membuka bisnis waralaba atau franchise demi menjaga kualitas makanannya.

Setelah bertahun-tahun menggunakan nama Hoka Hoka Bento, Hendra Arifin secara resmi menggantinya menjadi HokBen  pada 15 Oktober 2013. Alasannya karena kata HokBen lebih mudah diucapkan oleh orang-orang Indonesia.

Tak hanya nama, logo dan konsep restoran yang semula berwarna hitam dan merah diubah menjadi warna kuning dan putih. Meskipun begitu, 2 maskotnya, Tori dan Hanako masih dipertahankan.

HokBen pun terus melakukan inovasi hingga pada Oktober 2020, perusahaan ini mengenalkan konsep baru, yakni HokBen Kitchen. Pada HokBen Kitchen, konsumen hanya bisa membeli makanan yang dibawa pulang atau take away dan pesan antar atau delivery.  

Menjadi salah satu restoran yang begitu digandrungi, jumlah gerai HokBen yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan telah mencapai ratusan. Bahkan pada bulan Juni 2022, gerai HokBen mencapai 300 saat dibuka di Kota Padang, Sumatera Barat.

Editor: Komaruddin Bagja

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut