JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendapat mandat khsus dari Presiden Joko Widodo untuk meningkatan produksi gula di dalam negeri. Hal ini dilakukan agar dapat mengurangi impor yang saat ini terjadi.
"Bapak Presiden men-challange bahwa kita punya lahan masih cukup tersedia. Kita punya kemampuan untuk menghadirkan varietas yang bagus, bahkan beliau sudah mempersiapkan permodalan dalam skema KUR," ujar Syahrul pada pernyataan tertulisnya, Jumat (29/7/2022).
Sumbat Kebocoran Cukai, Purbaya Pasang Mesin Penghitung Rokok Otomatis Mulai Pekan Depan
Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Andi Nur Alam Syah menyampaikan, untuk mengejar kebutuhan gula konsumsi nasional, Kementan sudah menyiapkan lima strategi. Pertama, menggunakan lahan HGU (Hak Guna Usaha) yang terlantar.
Kemudian, Kementan juga akan melakukan identifikasi kesesuaian lahan baru untuk tebu, revitalisasi pabrik gula, investasi pabrik gula baru, dan perbaikan pola kemitraan antara pabrik gula dengan petani tebu.
Laba PLN Melesat 162,4 Persen di Semester I 2022 Jadi Rp17,4 Triliun
"Ke depan, untuk memenuhi kekurangan 850.000 ton itu, kami akan melakukan penanaman lahan baru seluas 75.000 ha dengan pemanfaatan lahan Perhutani ataupun pada lahan HGU yang terbengkalai," ucap Andi.
Selain penanaman, Andi menyebut, pendekatan intensifikasi dilakukan melalui bongkar ratoon seluas 75.000 ha dan rawat ratoon seluas 125.000 ha.
SWI Temukan 10 Investasi Bodong dan 100 Pinjol Ilegal
"Dari perluasan, bongkar dan rawat ratoon tersebut diharapkan mampu memberikan tambahan produksi serta menaikan produktivitas sehingga kekurangan sebesar 850.000 ton GKP tersebut dapat terpenuhi," ucapnya.
Adapun saat ini produksi gula nasional Tahun 2021 mencapai 2,35 juta ton atau naik 10,3 persen dibandingkan produksi Tahun 2020 yang sebesar 2,13 juta ton. Produksi tersebut berasal dari produksi giling tebu dalam negeri oleh pabrik gula dan dialokasikan.
Laba Bersih BNI Naik 75 Persen di Semester I 2022, Cetak Rekor Tertinggi
Sementara saat ini kebutuhan gula konsumsi sebesar 3,2 juta ton, sehingga masih dibutuhkan tambahan produksi untuk swasembada sebesar 850.000 ton Gula Kristal Putih (GKP).
Editor: Aditya Pratama