KEIN: Tantangan Terberat di 2018 adalah Birokrasi
JAKARTA, iNews.id - Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Soetrisno Bachir mengatakan, tantangan terberat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi tahun ini selain ekspor dan investasi, persoalan birokrasi juga menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera dituntaskan.
"Tantangan terberat di 2018 adalah birokrasi. Birokrasi itu bukan kementerian saja, tetapi eselonnya perlu revolusi mental," ujarnya ditemui dalam acara KEIN Meets The CEO di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (17/1/2018).
Gagasan pemerintah untuk melakukan percepatan pelaksana berusaha diyakini bisa mendorong investasi di Indonesia, terutama dalam pengurusan perizinan. Namun, Soetrisno menilai, masih belum ada kesepahaman antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
"Pemerintahannya sendiri masih ada perbedaan. Nah, Ini bagaimana tahun ini bisa bersatu pemerintah pusat kemudian daerahnya berkoordinasi dan bersinergi dengan satgas (satuan petugas)," katanya.
KEIN selama ini menjadi jembatan antara pemerintah dan para investor. KEIN selalu mendorong para investor agar mau berinvestasi di Indonesia.
Komite ini juga yang berkoordinasi langsung kepada Presiden Joko Widodo untuk melaporkan hasil temuan-temuan kejanggalan di lapangan.
"KEIN akan lebih aktif lagi, termasuk ajakan Kemenko Perekonomian bahwa kita akan ada working group, ada pokja untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi industri kita," ujarnya.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pelaksana percepatan berusaha yang mampu menumbuhkan angka investasi sudah pada tahap pembentukan satuan tugas di pemerintah pusat. "Pemerintah pusat, satgas sudah terbentuk semuanya. Kini hanya tinggal di pemerintah daerah. Jadi, supaya cepat memang saya minta bantuan Presiden," katanya.
Pekan depan, tugas dari satgas tersebut akan dimulai. Satgas ini bertugas mengawasi proses perizinan para investor agar dipermudah. "Mereka akan mengawal investasi dan melakukan debottlenecking kalau ada hambatan di lapangan," ucapnya.
Editor: Ranto Rajagukguk