Kaleidoskop 2022: Capaian B20 Summit 2022, Kerja Sama dengan UAE hingga Tingkatkan Sumber Pembiayaan Infrastruktur
JAKARTA, iNews.id - B20 Summit 2022 yang merupakan rangkaian dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 ditutup pada 14 November 2022. Forum dialog resmi negara G20 dengan komunitas bisnis global ini berhasil membawa banyak kesepakatan antar negara yang hadir.
Salah satu di antaranya, terjalinnya berbagai kerja sama antara kalangan bisnis. Ketua Penyelenggara B20 Indonesia, Shinta W Kamdani memaparkan, dari perjanjian tersebut, banyak sekali proyek yang sudah disepakati.
Seperti di antaranya sektor logistik, transportasi, pangan, serta energi. Dari kerja sama ini pula tercipta lapangan kerja baru untuk masyarakat Indonesia. Di mana itu bisa membantu peningkatan ekonomi nasional.
Selain itu, di pegelaran B20 Summit 2022, banyak investor yang tertarik berinvestasi di sektor energi baru dan terbarukan (EBT) dan industri hijau. Hal ini karena Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang tak tertandingi. Perihal negara yang sangat antusias berinvestasi di Indonesia, yakni Perancis, Australia, Amerika, China, Jerman, Inggris, dan Kanada.
Kaleidoskop 2022: Akankah Realisasi Investasi Tahun Ini Menembus 1.200 Triliun?
“Karena tingginya minat investor berinvestasi di sektor EBT, Kadin bersama dengan pemerintah terus berupaya mendorong EBT ini agar memiliki regulasi yang jelas dan kuat,” ujar Shinta saat berdialog di IDX Channel, Jumat (25/11/2022).
Berikut Kaleidoskop 2022 capaian B20 Summit 2022 Indonesia:
Kaleidoskop 2022: RI Sukses Gelar KTT G20 Hasilkan Deklarasi bagi Pemulihan Dunia
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjembatani 7 penandatanganan MoU dan 17 MoU Business to Business antara perusahaan-perusahaan Indonesia dengan negara Uni Emirat Arab (UEA). Nilai kerja sama itu mencapai 2,9 miliar dolar AS dalam rangkaian acara B20 Summit Indonesia.
Selain itu, MoU lainnya juga ikut ditandatangani di lima sektor lain, yaitu di sektor infrastruktur, lingkungan dan perubahan iklim, bea cukai di bidang agrikultur dan food security, serta di bidang pertahanan dan industri penerbangan.
Kaleidoskop 2022: IHSG Cetak Rekor Tertinggi ke 7.318 hingga Investor Pasar Modal Tembus 10 Juta
Adapun penandatanganan MoU ini melibatkan 22 perusahaan/institusi yang berasal dari Uni Emirat Arab dan 23 dari Indonesia. Dari Uni Emirat Arab yaitu UAE Ministry of Foreign Affairs and International Cooperation, G42 Presight Artificial Intelligence, G42 Healthcare, Burjeel Hospital, The Artificial Intelligence, Cyber Security Council, MASDAR, Emirates Global Aluminium (EGA).
Lalu ada juga Bar-Q EV, Arsekal, Borouge, ADNOC, UAE Ministry of Energy and Infrastructure, UAE Ministry of Climate Change and Environment, The Office of the United Arab Emirates Special Envoy for Climate Change, UAE Federal Authority for Identity and Citizenship, Customs and Port Security, Elite Agro Group, Lahab, AMMROC, GAL - AMMROC, Sanad AeroTech, AMMROC, dan Etihad Airways.
Sementara itu, perusahaan maupun institusi yang terlibat dari Indonesia adalah Kementerian Kesehatan RI, ASAREN, Mitra Jaya Group, Kementerian Kominfo RI, Indonesia National Cyber and Crypto Agency (BSSN), Pertamina Power Indonesia (PPI), Indonesia Investment Authority (INA), INALUM (Indonesia), Handy Jaya International (Indonesia), Sampangan (Indonesia), dan Chandra Asri (Indonesia).
Kemudian ada Kilang Pertamina Internasional, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Kementerian Keuangan RI, ID Food, Pindad, Info Global, Garuda Maintenance Facility, GMF Aero Asia, Dirgantara Indonesia, dan Garuda Indonesia.
Lebih dari itu, Forum B20 Indonesia 2022 di Bali, juga menjadi momentum bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Holding Pangan, yakni ID Food untuk menjajaki peluang bisnis dengan perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA).
Direktur Utama Holding pangan ID FOOD, Frans Marganda Tambunan mengatakan terdapat potensi perluasan kerja sama sektor pangan dengan UEA, selain rencana investasi untuk revitalisasi Rice Milling Unit (RMU) yang dikelola ID Food Group.
Menurut Frans, potensi kerja sama bisnis yang bisa dijajaki mencakup sektor pangan, khususnya pertanian seperti padi, hingga buah-buahan.
“Pada pertemuan bisnis itu juga dilakukan pembahasan potensi kerja sama lainnya guna peningkatan sektor perdagangan pangan di antaranya palm fruit, dan Indonesia tropical fruit, kolaborasi pelaku usaha pangan dan private sector lokal Indonesia,” ucap Frans.
Frans optimistis peluang bisnis perdagangan pangan ini akan bisa direalisasikan karena UEA merupakan eksportir kurma terbesar dunia, dan minat konsumsi kurma di Indonesia cukup banyak.
Business 20 (B20) mendorong negara-negara G20 untuk meningkatkan akses sumber pembiayaan infrastruktur yang terjangkau dan sesuai. Peningkatan akses ini adalah salah satu dari banyak rekomendasi kebijakan yang diajukan oleh B20 lewat taskforce Finance & Infrastructure.
Chair B20 Finance & Infrastructure Taskforce Ridha Wirakusumah mengatakan, rekomendasi kebijakan ini bertujuan untuk mempersempit kesenjangan infrastruktur dengan melihat sisi supply pembiayaan, dari perspektif pemodal dan investor, dan sisi permintaan dari perspektif sponsor proyek dan pembangku kepentingan, serta hubungan antara keduanya.
Adapun blended finance menjadi fokus utama dalam rekomendasi B20 terkait pembiayaan dan infrastruktur. Diketahui bersama, blended finance menggabungkan berbagai sumber pendanaan baik itu pemerintah, sektor swasta, serta donor.
Dalam hal ini, B20 meminta agar negara G20, bank pembangunan multilateral, development finance institution (DFI), dan lembaga berkaitan lainnya untuk meningkatkan pendanaan ke proyek infrastruktur lewat blended finance. Tak hanya itu, B20 lewat Finance & Infrastructure Taskforce juga mendorong adanya kebijakan sektor publik untuk meningkatkan viability atau kelangsungan dari sebuah proyek infrastruktur.
Sebagai informasi, B20 juga telah menetapkan sejumlah KPI untuk pencapaian peningkatan akses sumber pembiayaan infrastruktur. Dilansir dari komunike B20, dana swasta yang ditargetkan digerakkan ke negara berpenghasilan menengah dan rendah mencapai 100 miliar dolar AS setiap tahunnya pada tahun 2024. Ini jauh lebih tinggi dari baseline (2019) yang sebesar 63,6 miliar dolar AS. Kemudian, B20 juga menargetkan aliran blended finance tahunan naik dari 9 miliar dolar AS (rata-rata 2015-2020) menjadi 20 miliar dolar AS di tahun 2024.
“Infrastruktur adalah motor bagi pengembangan sumber daya manusia. (Infrastruktur) berdampak positif pada kesehatan, pendidikan, standar hidup, inklusi digital, inklusi keuangan, ketahanan pandemi dan iklim, dan masih banyak lagi, apalagi jika dilakukan dengan mempertimbangkan inklusi gender dan sosial,” ucap Ridha.
Editor: Aditya Pratama