Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : SBY Tegaskan Dukung Penuh Presiden Prabowo, Serukan Kolaborasi Wujudkan Ekonomi Baru
Advertisement . Scroll to see content

Jokowi Bertemu Pejabat World Bank di Istana, Apa yang Dibahas?

Kamis, 25 Juli 2024 - 18:53:00 WIB
Jokowi Bertemu Pejabat World Bank di Istana, Apa yang Dibahas?
pejabat World Bank bertemu Jokowi di Istana hari ini (foto: Raka Dwi/iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan Managing Director of Operations of World Bank, Anna Bjerde di Istana Kepresidenan, Jakarta pada sore hari ini Kamis (25/7/2024). Hal ini disampaikan langsung oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

"Tadi Bapak Presiden menerima Managing Director dari World Bank Ibu Anna, didampingi oleh World Bank Jakarta," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (25/7/2024).

Menurut Airlangga dalam pertemuan itu, World Bank mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil di atas 5 persen. Tak cuma itu, angka inflasi RI juga dinilai rendah.

"Dan dalam pertemuan tersebut, World Bank mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil di atas 5 persen. Dan dengan tingkat inflasi yang rendah. World Bank mengapresiasi pertumbuhan kita yang 5,11 dan inflasi 2,58," tutur dia.

World Bank, kata Airlangga, mengatakan pertumbuhan ekonomi global tahun ini sekitar 2,6 sampai dengan 2,7. World Bank pun memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun depan bisa berada di bawah 5 persen atau sekitar 4,8 persen.

"Namun pertumbuhan Indonesia tidak termasuk yang rendah. Jadi pertumbuhan Indonesia tetap sekitar 5 persen," ucap Airlangga.

World Bank, juga mengapresiasi program-program yang dilakukan oleh pemerintah, antara lain pengurangan kemiskinan. Serta program-program yang terkait dengan infrastruktur untuk pertanian, termasuk dengan irigasi.

"World Bank juga mengapresiasi program stunting yang dilakukan oleh Indonesia Early Childhood Program, dan Indonesia bisa mengembangkan program dalam skala besar. Dan oleh karena itu, tadi Bapak Presiden juga menyampaikan seperti terjadi penurunan stunting rate dari 37 persen ke 21 persen. dan juga dalam 10 persen juga kemiskinan ekstrem dari 6,2 persen menjadi 0,8 persen," ucap dia.

Airlangga menjelaskan, Jokowi juga bercerita 
mengenai program Dana Desa, di mana dana sebesar Rp71 triliun dipergunakan untuk berbagai kegiatan di pedesaan termasuk dalam mengurangi stunting.

"Tentu ke depan terkait dengan rencana kita masuk dalam negara berpendapatan maju. Beberapa prioritas yang sudah dilakukan oleh Bapak Presiden selama ini seperti infrastruktur, toll road, sea port, kemudian mendorong konektivitas, itu sangat diapresiasi, demikian pula program hilirisasi," ucap Airlangga.

Lalu, mereka juga membahas food resiliency dan green energy. Sebab, Airlangga mengatakan, Indonesia punya program terkait dengan energi bersih yakni hydro, solar, geotermal. 

"Dan juga dari World Bank mengatakan juga pentingnya untuk pengembangan transmisi infrastruktur, transmisi listrik. Dan tentu ini menjadi prioritas-prioritas yang perlu dilakukan oleh pemerintah. Bapak Presiden juga mengingatkan bahwa transisi energi perlu mementingkan harga yang affordable bagi masyarakat. Oleh karena itu multiple source of energy dengan transmisi yang terkonektivity antar pulau tentunya diharapkan bisa membuat harga bisa dinikmati oleh masyarakat," tutur dia.

"Tentunya berbagai subsidi yang dilakukan oleh pemerintah, juga tentunya ke depan, subsidi ini akan ditujukan kepada mereka yang berhak," ujar Airlangga

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut