Intip Cara Kemenaker Tekan Angka Pengangguran di Indonesia
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengambil inisiatif mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia. Kemenaker pun menggandeng pemerintah daerah (Pemda), asosiasi profesi, hingga mitra industri untuk meningkatkan kompetensi daya saing.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah mengatakan kolaborasi tersebut bertujuan menciptakan kesempatan kerja atau mendukung penyerapan angkatan kerja di pasar. Dengan begitu, angka pengangguran bisa ditekan.
"Kami tidak bisa mengemban tugas yang berat ini tanpa adanya dukungan dan kerja sama dari pemerintah daerah, asosiasi profesi, dan mitra industri," kata Ida Fauziyah, Jumat (26/8/2022).
Menurut dia, kolaborasi dan kerja sama itu dapat berbentuk pengembangan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), maupun sinergi program pelatihan vokasi dan produktivitas, serta perluasan kesempatan kerja.
Kemenaker Perkenalkan Aplikasi SIAPKerja untuk Dukung Pengembangan Karier Generasi Muda
"Kami berharap dari kolaborasi ini, BPVP dapat menjadi instrumen penting sebagai ‘pabrik’ SDM yang kompeten dan berdaya saing dan menjadi inkubator bisnis penciptaan perluasan kesempatan kerja," ujar Idaa Fauziyah.
Menaker juga mengharapkan keterlibatan aktif dari pelaku UKM di daerah agar ikut berperan dalam program pelatihan jejaring perluasan kesempatan kerja. Pasalnya, program itu mendukung penyerapan angkatan kerja di pasar kerja.
Adapun kolaborasi yang dilakukan Kemenaker berupa Penandatanganan Serah Terima Lahan dan Bangunan terkait Transformasi BLK, serta Penandatanganan Nota Kesepakatan Peningkatan Kompetensi dengan Pemerintah Daerah dan Mitra Industri.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2022 sebesar 5,83 persen, turun 0,43 persen poin dibandingkan dengan Februari 2021.
Tercatat 135,61 juta orang yang bekerja, jumlah ini naik 4,55 juta orang pada Februari 2021. Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terbesar adalah sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan (0,37 persen poin). Sementara lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan terbesar yaitu sektor jasa lainnya (0,51 persen poin).
Editor: Jeanny Aipassa