Ini Waktu Terbaik Siapkan Dana Pendidikan Anak Menurut Pakar
JAKARTA, iNews.id - Setiap orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya, termasuk soal pendidikan. Apalagi, pendidikan salah satu cara meraih kesuksesan di masa depan.
Banyak orang tua yang rela berjuang mati-matian demi bisa menyekolahkan anak-anak mereka hingga meraih masa depan yang cemerlang. Untuk itu, ada banyak dana yang harus disiapkan. Namun, kapan waktu yang tepat untuk menyiapkan uang tersebut?
Untuk bisa memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak, pastinya orang tua harus menyiapkan uangnya terlebih dahulu. Sayangnya menurut CEO dan Principal Consultant ZAP Finance, Prita Ghozie, hingga saat ini masih banyak orang tua yang belum menyiapkan pendidikan untuk anak-anak mereka.
Menurut Prita, ada beberapa alasan orang tua belum menyiapkan biaya pendidikan untuk anak mereka. Salah satunya adalah masih banyak orang tua yang merasa kondisi keuangannya saat ini masih baik, dan akan terus bertahan sampai nanti ketika anak-anaknya masuk sekolah.
Mengenal Deretan Manfaat Sekolah Alam bagi Anak dan Biayanya
"Mereka juga merasa biaya sekolah tidak akan naik, kondisi fisik dan jiwanya masih sehat dan mereka merasa mampu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya, termasuk pendidikan," ujar Prita saat dihubungi iNews.id melalui pesan singkat dan ditulis Rabu (13/7/2022).
Padahal, kata Prita, menyiapkan pendidikan untuk sekolah anak sangat penting, karena inflasi biaya pendidikan sangat tinggi sehingga perlu dipersiapkan sedini mungkin. Bahkan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan rata-rata biaya pendidikan (uang pangkal) di Indonesia sebesar 10-15 persen per tahun.
Deretan Sekolah Internasional Terbaik di Indonesia, Biayanya per Tahun Fantastis
"Dana pendidikan anak adalah kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Tapi balik lagi, menyiapkan dana pendidikan anak itu pilihan bagi setiap orang tua," tutur dia.
Oleh karena itu, Prita menjelaskan waktu terbaik menyiapkan pendidikan untuk anak adalah sedini mungkin. Dengan menyiapkan dana pendidikan untuk anak sedini mungkin, maka semakin kecil nominal investasi yang perlu disisihkan setiap bulannya.
"Jika menyiapkan dana pendidikan sudah mendekati usia anak masuk sekolah, maka nominal investasi yang perlu disisihkan setiap bulannya akan semakin besar," ucap Prita.
Selain itu, Prita juga memberi tips kepada orang tua untuk mempersiapkan pendidikan untuk anak-anak mereka. Hal yang harus diperhatikan adalah membuat prioritas perencanaan dana pendidikan.
"Selain itu juga menghitung berapa dana pendidikan yang harus disiapkan sejak saat ini dan memilih instrumen keuangan yang tepat untuk berinvestasi," ujar dia.
Kemudian, orang tua juga perlu menyesuaikan instrumen investasi dengan jangka waktu yang dibutuhkan. Misalnya jenjang playgroup 2 tahun lagi simpan di tabungan pendidikan, jenjang SD, 5 tahun lagi simpan di reksa dana campuran, dan jenjang universitas, 17 tahun lagi simpan di reksa dana saham atau saham langsung.
"Untuk biaya yang dikeluarkan bisa disesuaikan dengan budget orang tua. Investasi minimal 5 persen per bulan dari penghasilan di instrumen investasi yang sesuai dengan jangka waktu dibutuhkannya. Sedangkan SPP dan biaya penunjang pendidikannya maksimal 10 persen per bulan dari penghasilan,"kata Prita.
Salah satu orang tua yang telah menyiapkan dana pendidikan untuk anak adalah Mia Umi Kartika. Menurut wanita yang akrab disapa Tika itu, ia sudah menyiapkan biaya pendidikan anak saat awal menikah.
"Sedikit demi sedikit. Namun karena kebutuhan rumah tangga, terkadang dana pendidikan yang sudah diambil jadi untuk beli mobil, beli rumah. Sekitar setahun belakangan saya ikut tabungan rencana pendidikan untuk kedua anak saya," ujar Tika.
Menurutnya, pendidikan nomor satu bagi anak-anaknya sehingga dia menyiapkan dana pendidikan untuk anak secara matang. Ibu dua anak itu biasanya menyimpan dana pendidikan anak di salah satu bank plat merah.
Awalnya, ia membuka satu rekening khusus untuk tabungan rencana pendidikan. Ia pun memilih produk tabungan rencana yang bisa ditentukan seberapa lamanya menabung, misalnya satu tahun, dua tahun, maupun lima tahun.
"Karena anak saya yang paling besar saat ini usianya hampir menginjak 5 tahun dan anak kedua mau menginjak 3 tahun, jadi saya pilih tabungan rencana pendidikan untuk 2 tahun," tutur dia.
Setiap bulannya, ia pun menyisihkan uang sebesar Rp500.000 untuk ditabung. Kemudian, jika ada uang tambahan ia akan memasukkannya ke tabungan sebagai persiapan dana pendidikan anak.
"Kalau ada rezeki lebih datang, bisa dialokasikan ke tabungan tersebut. Sehingga, nantinya dana pendidikan bisa dicairkan ketika anak pertama mau masuk sekolah SD dan anak kedua mau masuk TK," kata Tika.
Salah satu alasan dirinya menyiapkan biaya pendidikan untuk anak-anaknya adalah\ ingin memberikan sekolah yang terbaik. Apalagi saat ini biaya sekolah semakin meningkat.
"Rencananya mau masukin anak di sekolah SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu). Karena harganya cukup mahal, jadi saya memilih mempersiapkan dananya dengan baik," tutup dia.
Editor: Puti Aini Yasmin